PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bantuan pupuk nonsubsidi khusus petani tembakau Kabupaten Pamekasan dianggarkan Rp 2,3 miliar. Namun, bantuan tersebut belum disalurkan.
Kabid Produksi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Andi Ali Syahbana menyampaikan, bantuan tersebut memang belum disalurkan. Dia berjanji akan segera menyalurkannya.
”Insyaallah minggu depan sudah disalurkan,” katanya kemarin (21/7).
Pupuk subsidi yang akan disalurkan yakni NPK Petro Ningrat.
Pupuk ini dinilai bagus untuk meningkatkan tanaman tembakau di Bumi Pamelingan. Sebab, pupuknya mengandung nitrogen dan tergolong kualitas paling tinggi dari pupuk tembakau yang lain.
”Pupuk Petro Ningrat ini paling bagus untuk tembakau dan harganya mahal,” tuturnya.
Bantuan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) itu diperuntukkan bagi 200 kelompok tani (poktan).
Masing-masing poktan mendapatkan 500 hingga 700 kilogram pupuk. Pengadaan menggunakan sistem e-Katalog. ”Total pengadaan mencapai 175 ton,” ujarnya.
Ali mengungkapkan, bantuan pupuk yang diberikan kepada petani disesuaikan dengan luasan lahan milik petani.
Setiap poktan mendapatkan sesuai kebutuhan yang diperkuat dengan hasil verifikasi di lapangan.”Paling tidak ini bisa meningkatkan kualitas tembakau di Madura,” ungkapnya.
Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi meminta penyaluran bantuan pupuk harus dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Sebab, bantuan tersebut akan membantu petani untuk meningkatkan kualitas tembakau.
”Kami juga akan turun melakukan pengawasan pendistribusian bantuan ini. Sehingga isu penebusan berbayar atau semacamnya bisa dicegah,” tegasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri