PAMEKASAN, RadarMadura.id – Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Madura diselimuti suasana haru dan penuh kebanggaan. Sebanyak 854 mahasiswa resmi diwisuda yang digelar selama dua hari.
Ratusan toga hitam dengan selempang kebesaran berderet rapi. Wisudawan disaksikan keluarga tak kuasa menahan air mata bahagia. Sorak-sorai dan tepuk tangan bergemuruh tiap kali nama mereka dipanggil dalam upacara wisuda.
Namun di balik kemeriahan itu, wisuda kali ini mengandung makna lebih dalam. Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi, M.Ag menyatakan, momentum itu bukan hanya tentang kelulusan, melainkan juga penanda sejarah besar institusi.
”Ini menjadi wisuda terakhir yang digelar dengan nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura. Karena, ke depan kita akan sepenuhnya bertransformasi menjadi UIN Madura,” ujar Saiful Kamis (17/7).
Transformasi IAIN menjadi UIN Madura bukan sekadar perubahan nama. Melainkan, simbol kematangan institusi, kesiapan menghadapi tantangan global, serta komitmen dalam melahirkan generasi yang unggul di masa depan.
Dia menyatakan, gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan. Pihaknya berharap lulusan bisa membawa nilai-nilai moderasi beragama, menjunjung tinggi integritas, dan menjadi insan yang bermanfaat bagi lingkungan di mana pun berada.
”Kami tidak hanya melepas para sarjana, tetapi juga para pembawa cahaya keilmuan. Maka, jadilah pribadi yang tidak hanya cerdas. Tetapi, juga peduli dan berani bersikap,” pesan Saiful Hadi di hadapan ratusan wisudawan dan orang tua.
Suasana auditorium kian emosional saat rektor menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para wali mahasiswa. Saiful bersyukur karena kampus taneyan lanjang itu dipercaya untuk proses mahasiswa menjalani pendidikan.
”Bapak Ibu, tugas kami selesai sampai di sini. Kini, kami kembalikan anak-anak ini kepada bapak dan ibu sekalian. Semoga mereka (wisudawan) menjadi insan yang memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat dan bangsa,” harapnya. (afg/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti