PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ini, siswa baru di hanya satu orang. Minimnya peserta didik baru di sekolah yang ada di Jalan Segara tersebut menjadi perhatian Dewan Pendidikan (DP) Pamekasan. Bahkan, diusulkan untuk di-regrouping.
Ketua DP Pamekasan Sahibuddin menyampaikan, minimnya siswa tersebut harus ditindaklanjuti. Perlu ada kajian khusus. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan harus segera melakukan langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut.
”Ini bukan kasus biasa di Pamekasan, tapi luar biasa. Apalagi, Pamekasan dikenal kota pendidikan,” katanya Rabu (16/7).
Minimnya siswa tersebut diduga karena perubahan kebijakan pada SPMB tahun ini. Salah satunya dari sistem zonasi atau domisili yang dirasa membatasi siswa untuk mendaftar. Selain itu juga disebabkan oleh jarak antar sekolah di wilayah tersebut berdekatan.
”Jika zonasi domisili sudah diatur, mengapa masih terjadi kasus seperti ini (kekurangan siswa) ini terjadi di pusat kota. Bagaimana dengan yang di desa,” tambahnya.
Ketidakmampuan sekolah menarik minat siswa ke sekolah sudah selayaknya disikapi dengan serius. Terlebih jumlah siswa di SDN Jungcangcang 3 tidak rasional karena di bawah 60 siswa. Salah satu opsi yang bias diambil oleh Dinas Pendidikan adalah melakukan regrouping.
Kabid Pembinaan SD Dispendikbud Pamekasan Taufik Hidayat menyampaikan, pihaknya akan melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap sekolah terkait. Evaluasi tersebut juga menyasar seluruh sekolah yang memenuhi target dan kurang target di SPMB tahun ini.
”Untuk faktor, ini banyak faktor. Nanti kami akan evaluasi,” katanya.
Mengenai regrouping, kata Taufik, pihaknya belum bisa mengambil kebijakan langsung. Sebab, perlu kajian terlebih dahulu.
”Jarak tidak selalu menjadi faktor karena ada yang berdekatan justru sama bisa mencapai target. Untuk penggabungan akan kami lakukan kajian terlebih dahulu,” tuturnya.
Jawa Pos Radar Madura telah berusaha mendatangi sekolah untuk bertemu Kepala SDN Jungcangcang 3 Ahmad Muslim. Namun, yang bersangkutan tidak ada di sekolah. Upaya lain menghubungi nomor yang bersangkutan juga tidak direspons, padahal status tersambung. (ay/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti