PAMEKASAN, RadarMadura.id – Lomba At-Tanzil yang digelar RA Mambaul Ulum Bata-Bata berakhir pada Senin (7/7) malam.
Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jawa Timur mengapresiasi terselenggaranya event tingkat Jawa Timur tersebut. Sebab, dinilai bisa membuat santri semakin mencintai Al-Qur’an.
Event At-Tanzil itu menampilkan sejumlah lomba. Seperti, baca At-Tanzil, hafalan Juz Amma, serta lomba cerdas cermat.
Ketua PGMNI Jawa Timur Moh. Ali Muhsin menilai bahwa kegiatan tersebut bisa memotivasi santri agar semangat belajar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
”Tentu, penyelenggara ingin mengajak santri untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Sehingga, bisa memberikan semangat dan motivasi bagi santri untuk belajar membaca Al-Qur’an dengan senang. Hal ini sangat positif dan patut didukung,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat Wakil Kepala JPRM Biro Pamekasan itu mengapresiasi metode At-Tanzil yang tidak hanya berkembang di sejumlah madrasah atau musala di Pulau Garam. Tetapi, juga sudah diterapkan di beberapa sanggar di Malaysia.
Menurut Muhsin, keberadaan sanggar At-Tanzil di Malaysia bisa membantu anak para pekerja migran Indonesia (PMI) agar tetap mendapatkan pendidikan yang optimal. Terutama, dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Pria asal Sumenep itu berharap metode At-Tanzil bisa menjadi salah satu upaya mempercepat dan mempermudah santri dalam belajar membaca Al-Qur’an. Dia juga menginginkan agar event At-Tanzil bisa dijadikan agenda tahunan.
”Dengan begitu, kegiatan ini bisa menjadi ajang seleksi santri berbakat dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Selain itu, juga bisa menjadi pemacu semangat bagi santri untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadi pedoman hidup,” tukasnya. (afg/bil)
Editor : Amin Basiri