PAMEKASAN, RadarMadura.id – Serapan tembakau pada musim panen kali ini diperkirakan turun dibandingkan dengan musim tahun lalu.
Pada 2024, pabrikan menargetkan serapan tembakau sekitar 30 ribu ton. Sementara produksi petani di Pamekasan tembus 43 ribu ton.
Lonjakan produksi tersebut membuat stok tembakau melimpah. Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) Khairul Umam menyarankan agar petani tidak menanam dengan jumlah yang terlalu banyak pada musim ini.
”Pabrik kan masih punya stok tembakau dari musim lalu. Ini bisa memicu mereka untuk menurunkan target serapan tahun ini.
Jika seperti itu, harga beli tembakau akan berdampak dan bisa turun dibandingkan musim lalu,” katanya.
Sejak awal musim tanam, pria yang karib disapa Haji Her itu meminta petani menahan diri untuk tidak menanam terlalu banyak.
Namun, banyak petani masih mengandalkan tembakau sebagai satu-satunya komoditas yang bernilai tinggi di musim kemarau.
Di sisi lain, Kabid Pembinaan dan Perlindungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Raihan Akbar mengaku belum menerima informasi terkait target serapan tembakau tahun ini. Pihaknya masih menunggu kejelasan dari pihak pabrikan.
”Belum ada info resmi dari perwakilan pabrikan. Kami masih menunggu komunikasi lebih lanjut. Biasanya, mereka baru menyampaikan (informasi terkait dengan serapan tembakau, Red) jika sudah mendekati masa panen,” pungkas Raihan. (afg/bil)
Editor : Amin Basiri