PAMEKASAN, RadarMadura.id – Persoalan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Uswah Pamekasan memantik perhatian banyak pihak. Salah satunya, Ketua Dewan Pendidikan (DP) Pamekasan M. Sahibuddin.
Dia berpendapat bahwa guru dan siswa tidak harus terkena imbas atas polemik internal yayasan. Sehingga, persoalan tersebut tak sampai mencederai pendidikan. Anak didik juga bisa belajar dengan tenang.
Sahibuddin meminta agar persoalan tersebut segera dicarikan solusi. Dewan pendidikan siap membuka ruang diskusi untuk mencarikan jalan keluar yang terbaik dalam polemik guru yang diduga diberhentikan paksa tersebut.
”Kami ingin memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi pihak yayasan, guru, dan wali murid terkait persoalan ini. Kami selalu siap untuk berembuk bersama. Jangan sampai persoalan semacam ini berlarut-larut,” pinta Sahibuddin.
Mantan anggota DPRD Pamekasan itu menegaskan bahwa siswa tidak boleh menjadi korban atas persoalan tata kelola tersebut. Apalagi, beberapa wali murid telah sepakat untuk memindahkan anak mereka ke sekolah lain.
Dewan pendidikan memberikan penilaian cukup baik terhadap Yayasan Al Uswah Pamekasan. Lembaga pendidikan tersebut dianggap memiliki visi dan misi serta program-program yang unggul.
”Maka, jangan sampai persoalan ini justru mencederai yayasan itu sendiri. Ruang diskusi ini bertujuan untuk mencairkan masalah yang ada di yayasan. Sehingga, dampak yang dihasilkan tidak semakin meluas,” pungkasnya.
Jawa Pos Radar Madura (JPRM) telah berusaha menghubungi pihak Yayasan Al Uswah Pamekasan untuk menjelaskan masalah yang terjadi. Namun, hingga kemarin (4/7) Biro SDM Yayasan Al Uswah Wildan tidak merespons saat dihubungi. (afg/luq)
Editor : Amin Basiri