PAMEKASAN, RadarMadura.id – Masa pembelajaran Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Pamekasan mundur.
Pasalnya, ada kendala sarana yang perlu diperbaiki. Direncanakan, kegiatan pembelajaran akan dimulai Agustus.
Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Pamekasan Agus Wijaya menyampaikan, verifikasi calon siswa SR sudah tuntas.
Masa pembelajaran tahun pertama ada dua rombongan belajar (rombel). Satu rombel maksimal terdiri dari 25 siswa.
”Total siswa tahun ini ada 50 siswa di tingkat SMP,” katanya Rabu (25/6).
Sekolah berbasis boarding school tersebut menyasar anak yang masuk data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) dari desil satu dan dua.
Setidaknya ada 7.213 anak yang terdata sesuai ketegori usia dan jenjang pendidikan. Namun, mayoritas para siswa sudah ada yang melanjutkan ke jenjang SMP dan pesantren.
”Sesuai kuota yang ada, hanya 50 siswa yang akan mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat,” tuturnya.
Agus memaparkan, kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut mundur. Seharusnya, siswa mulai pembelajaran Juli.
Namun terkendala sarana sehingga ditunda Agustus. ”Rehab selesai Agustus. Setelah itu bisa ditempati oleh siswa,” paparnya.
Koordinator PKH Kabupaten Pamekasan Ita Purnamasari menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pendataan verval calon siswa SR.
Puluhan siswa tersebut berasal dari 13 kecamatan di Pamekasan. Sepuluh siswa di antaranya berasal dari Kecamatan Batumarmar.
”Untuk pembelajaran kami sudah koordinasi dengan dinas pendidikan. Karena ini program awal jadi butuh persiapan,” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti