PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemkab Pamekasan mengalokasikan anggaran pembangunan fasilitas pendidikan Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Lokasinya di Desa Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu. Namu, proyek dengan nilai Rp 2 miliar itu belum dikerjakan.
Fungsional Penata Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman DPRKP Pamekasan A. Musthofa Anshory menyatakan, pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut belum dimulai. Bahkan, belum masuk ke meja tender. Dia berdalih masih proses review oleh inspektorat.
”
Setelah (review) dari inspektorat, nanti bisa ditindaklanjuti pengadaannya (lelang),” ujarnya kemarin (24/6).
Pembangunan infrastruktur pendidikan di Polinema Kampus Pamekasan bersumber dari APBD 2025. Gedung yang dibangun nantinya akan digunakan untuk jurusan manajemen informatika.
Awalnya, proyek pembangunan fasilitas pendidikan tersebut ditargetkan dimulai bulan ini. Namun, dalam penyusunan perencanaannya tidak berjalan mulus. Sehingga, pembangunannya ditargetkan bisa dimulai bulan depan.
Anshory mengungkapkan, penentuan pelaksana proyek akan dilakukan melalui tender. Pihaknya yakin, pemilihan rekanan tersebut tidak akan memakan waktu lama. ”Mudah-mudahan ini berjalan lancar,” terangnya.
Staf Administrasi Perencanaan Polinema Kampus Pamekasan Aliyil Farmadi berharap pembangunan ruangan baru tersebut berjalan lancar. Pembangunannya juga mengedepankan kualitas.
”Semoga tidak ada kendala berarti, sehingga gedung bisa dipakai dengan hasil yang diinginkan,” imbuhnya.
Anggota Komisi III DPRD Pamekasan Armidin mendesak DPRKP segera menuntaskan proses perencanaan dan lelang proyek itu. Sebab, saat ini sudah memasuki pertengahan tahun.
”Jika sampai bulan enam belum dikerjakan, khawatirnya nanti ada kendala lain. Seperti perubahan anggaran keuangan (PAK).
Kami ingin dinas bisa segera bertindak cepat agar manfaat programnya bisa dirasakan masyarakat,” tandasnya. (ay/jup)
Editor : Amin Basiri