PAMEKASAN, RadarMadura.id – Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) bukan hanya wadah peningkatan kualitas ajar di madrasah. Organisasi ini juga memperjuangkan nasib dan kesejahteraan guru madrasah.
Misi tersebut selaras dengan janji politik Bupati Pamekasan Kholilurrahman dan Wakil Bupati (Wabup) Sukriyanto.
Ketua PGMNI Pamekasan Ahmad Suhri mengatakan, tujuannya menghadap bupati Pamekasan tidak hanya untuk silaturahmi. Namun, juga menyampaikan aspirasi guru madrasah diniyah.
”Hal ini sekaligus mengingatkan janji politik bupati dan Wabup Pamekasan terkait kesejahteraan madrasah,” katanya.
Menurut dia, gaji guru madrasah masih bergantung pada yayasan atau lembaga. Nominal yang diterima juga terbilang minim. Karena itu, PGMNI minta perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk kesejahteraan guru madrasah.
”Kami berharap pemerintah benar-benar memperhatikan nasib guru madrasah sesuai janji politik yang disampaikan Bapak Bupati. Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan memberikan intensif khusus kepada guru madrasah,” tambahnya.
Menurutnya, Bupati Kholil dan Wabup Sukriyanto berkomitmen akan menjadikan program tersebut sebagai skala prioritas.
”Pemkab harus hadir untuk mengalokasikan anggaran insentif melalui APBD Pamekasan,” pintanya.
Baca Juga: CV Gudang Satu Bakal Garap Proyek Pabian–Kangayan
Bupati Pamekasan Kholilurrahman berjanji akan memperjuangkan aspirasi tersebut. Tapi, sebelumnya akan melakukan kajian terlebih dahulu.
”Kami akan melakukan pemilahan dulu untuk penyalurannya melalui PGMNI atau FKPP (forum komunikasi pondok pesantren),” pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Hendriyanto