PAMEKASAN, RadarMadura.id – Komitmen RSUD dr H Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan untuk layanan paripurna bukan sekadar isapan jempol. Terutama bagi pasien yang butuh layanan cuci darah.
Meski sempat diminta untuk menutup sif empat hemodialisis (HD), RSUD Smart Pamekasan kembali membuka layanan tersebut. Kebijakan itu diambil setelah ada komitmen antara pihak rumah sakit dan stakeholder.
Pembukaan layanan HD tersebut dibenarkan oleh Direktur RSUD Smart Pamekasan dr Budi Santoso. Menurut dia, kebijakan itu mulai diberlakukan sejak Minggu (15/6). Permintaan dibukanya sif empat cukup dinanti banyak pihak.
Dokter Budi menjelaskan, tidak ada mekanisme baru setelah dibuka layanan HD tersebut. Termasuk tenaga kesehatan (nakes) yang menangani cuci darah bagi pasien. Mereka akan bekerja ekstra untuk memaksimalkan pelayanan.
”Karena layanan sif 4 HD adalah permintaan, maka kami layani meski sebetulnya mereka (nakes, Red) overtime. Dan, BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan juga menyetujui hal tersebut,” terang dokter spesialis mata itu.
Sebagai salah satu penyedia layanan, RSUD Smart Pamekasan berkomitmen terus mengedepankan sisi kemanusiaan. Dengan harapan, setiap pasien yang berkunjung bisa merasa puas dengan layanan yang diberikan rumah sakit.
”Tugas rumah sakit adalah memberikan layanan. Kami akan tetap perjuangkan itu. Selain itu, kami juga perlu mengetahui bahwa BPJS Kesehatan hanya akan membayar pelayanan yang sesuai dengan standar,” ungkap Budi.
Dia juga meminta masyarakat untuk ikut menjaga rumah sakit dengan baik. Sebab, fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) itu adalah milik bersama. Dokter Budi mengingatkan agar tidak mempersekusi RSUD Smart Pamekasan.
”Kalau rumah sakit dibuat untuk persepsi buruk terus, yang rugi masyarakat. Kalau tidak di sini (RSUD Smart Pamekasan, Red), lalu mau ke mana lagi. Jangan membuat citra rumah sakit terkorbankan. Berilah pengertian baik,” ulasnya.
Dokter Budi mengajak media untuk memberi edukasi yang baik terhadap masyarakat. Pihaknya tetap berikhtiar untuk memberikan pengobatan yang baik kepada pasien. Dengan harapan, penyakit bisa segera sembuh. (afg/luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti