Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kades Pandan Janji Kembalikan Uang Cicilan Sambungan Air PDAM, Warga Milih Gunakan Sumber Lokal

Hendriyanto • Senin, 16 Juni 2025 | 15:50 WIB

KEBUTUHAN: Masyarakat Desa Pandan, Kecamatan Galis menunggu penyambungan air pada Kamis (12/6).
KEBUTUHAN: Masyarakat Desa Pandan, Kecamatan Galis menunggu penyambungan air pada Kamis (12/6).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Polemik kelangkaan air bersih di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Pamekasan akhirnya menemukan titik terang.

Warga memutuskan kembali menggunakan sumber air lokal ketimbang melanjutkan rencana sambungan ke PDAM.

Menyikapi keputusan itu, pemerintah desa (pemdes) berjanji mengembalikan uang cicilan warga yang sebelumnya telah disetor untuk biaya sambungan.

Kepala Desa Pandan Hariyanto menyampaikan bahwa proses pengembalian uang cicilan sudah mulai dilakukan sejak Jumat (13/6).

Pengembalian dilakukan secara bertahap melalui perangkat desa kepada warga yang mengajukan.

”Bagi warga yang meminta, uangnya sudah saya serahkan melalui petugas perangkat desa,” ujarnya Minggu (15/6).

Baca Juga: Jaksa Butuh Tambahan Saksi pada Kasus Pemalsuan Surat PAW Kades Gugul

Diketahui, cicilan yang dikumpulkan dari warga itu merupakan bagian dari biaya sambungan awal air PDAM. Besaran biaya pendaftaran ditetapkan Rp 2 juta per kepala keluarga.

Sementara total anggaran yang dibutuhkan untuk keseluruhan pemasangan mencapai Rp 700 juta.

”Saya tidak ikut campur soal biaya, yang penting bagaimana air bisa cepat sampai ke warga,” jelasnya.

Hariyanto menjelaskan bahwa dalam proses penyambungan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 47 juta di setiap titik saluran.

Hal itu untuk mendukung percepatan distribusi air ke rumah-rumah warga. Untuk menutupi kebutuhan itu, pihak desa meminta warga membayar biaya sambungan dengan cara dicicil.

”Sebagian warga ada yang membayar, dan dari Dusun Slempeng terkumpul sekitar Rp 10 juta,” terangnya.

Baca Juga: Lagi cari tempat adem buat liburan panjang? Ini dia 7 air terjun keren yang cocok banget buat musim kemarau!

Namun karena dana itu belum mencukupi untuk membeli peralatan sambungan, pemdes mengambil inisiatif menggadaikan mobil desa ke pihak PDAM agar proses penyambungan tetap berjalan.

Alhasil, air dari PDAM berhasil dialirkan ke warga, meskipun baru Dusun Slempeng yang menikmatinya. Sementara dua dusun lain, yakni Capak Laok dan Plasah, belum kebagian pasokan.

”PDAM memprioritaskan wilayah yang sebelumnya mengalami krisis air parah. Untuk dusun lainnya, kami masih mengalami kendala pembayaran sambungan,” tambahnya.

Meski begitu, Hariyanto mengaku kecewa dengan keputusan sebagian warga yang beralih kembali ke sumber air lama tanpa berkoordinasi dengan pihak desa.

Dia menyebut, pemilik sumber air pun enggan bekerja sama karena merasa tersinggung dengan sikap warga.

Baca Juga: BRI Pastikan Keandalan Layanan Jelang Libur Panjang Lewat AgenBRILink, E-Channel, dan BRImo

”Saya bukannya tidak berusaha menyambung ke pemilik sumber air lama, tapi pemiliknya bilang sudah kecewa pada warga,” katanya.

Meski sebagian warga memutuskan mundur dari program sambungan PDAM, Hariyanto memastikan bahwa program tersebut tetap akan dilanjutkan.

Sebab, masih banyak warga yang berharap bisa menikmati air bersih dari PDAM.

”Program ini tetap berjalan karena masih banyak masyarakat yang ingin sambungan air PDAM,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga Dusun Capak Laok, Erlianto, membenarkan bahwa pengembalian uang cicilan sambungan air telah dilakukan.

Dia juga bersyukur karena air dari sumber lokal kembali mengalir.

”Alhamdulillah, air dari sumber sudah mengalir lagi dan uang cicilan juga sudah dikembalikan,” pungkasnya. (ay/dry)

Editor : Hendriyanto
#PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) #pamekasan #galis #Desa Pandan