Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Disperindag Pamekasan Tak Punya Anggaran Revitalisasi Pasar Waru

Hera Marylia Damayanti • Senin, 16 Juni 2025 | 14:00 WIB
AKTIVITAS PADAT: Warga melintas di area Pasar Waru, Pamekasan, Minggu (15/6). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
AKTIVITAS PADAT: Warga melintas di area Pasar Waru, Pamekasan, Minggu (15/6). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Arus lalu lintas di Pasar Waru sulit untuk diatasi dalam waktu dekat. Apalagi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan tidak memiliki anggaran untuk revitalisasi pasar tersebut.

Aktivitas tata niaga di pasar tradisional itu sudah lama dikeluhkan masyarakat. Namun, Pemkab Pamekasan belum memiliki solusi konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Imbasnya, pasar di wilayah pantura Pamekasan itu justru semakin tak tertata.

Kepala Disperindag Pamekasan Akhmad Basri Yulianto mengatakan, revitalisasi pasar tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar. Dia berpendapat, APBD Pamekasan tak mampu untuk meng-cover biaya tersebut.

”Terkait dengan Pasar Waru, kami sudah mengajukan proposal ke pemerintah pusat. Dengan harapan, bisa mengucurkan anggaran revitalisasi. Semoga bisa disetujui pemerintah pusat,” ujar mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan itu.

Meski tidak memiliki anggaran banyak, Pemkab Pamekasan berjanji akan mencarikan solusi lebih ringan untuk mengatasi kesemrawutan Pasar Waru. Salah satunya, dengan menata ulang pedagang pasar. Terutama, bagi mereka yang menempati sisi depan pasar.

Pernyataan itu disampaikan oleh Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman. Dia menilai permasalahan tersebut perlu segera diurai. Kiai Kholil minta para pedagang menaati aturan. Sehingga, bisa menjadi kebaikan bagi pedagang dan pengunjung.

”Misalnya, kalau diperlukan kita pasang pagar. Tidak boleh ada yang berjualan di luar pagar agar tidak menjadi pemicu kemacetan pasar. Termasuk, nanti juga akan berbarengan dengan upaya perbaikan jalannya,” terang mantan anggota DPR RI itu.

Selain itu, Kiai Kholil juga minta Disperindag Pamekasan untuk memanggil dan mengevaluasi kepala pasar. Pengasuh Ponpes Matsaratul Huda, Desa Panempan, Kecamatan Pamekasan, itu akan membuat memorandum of understanding (MoU). (afg/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kesemrawutan #pasar waru #Disperindag Pamekasan #berjualan #revitalisasi #pedagang #kemacetan