PAMEKASAN, RadarMadura.id – Duka mendalam menyelimuti warga Nahdliyin, khususnya di wilayah Madura dan Jawa Timur.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan sekaligus Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Taufik Hasyim, wafat dalam kecelakaan maut bersama sang istri, Nyai Hj Amiratul Mawaddah, Sabtu dini hari (14/6/2025).
KH Taufik meninggal dunia di usia 43 tahun. Selain sebagai tokoh penting NU, ia juga dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Sumber Anom, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.
Kepergiannya menyisakan kesedihan mendalam di tengah para santri, pengurus NU, dan masyarakat luas.
Kabar wafatnya KH Taufik menyebar cepat di berbagai grup WhatsApp, khususnya yang beranggotakan kalangan Nahdliyin di Madura.
Baca Juga: Kendaraan ODOL Jadi Pemicu Laka, Polres Sampang Komitmen Tindak Sopir jika Beroperasi di Jalan
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia saat ini juga Ketua PCNU Pamekasan KH Taufik bersama istrinya Nya Hj Amirah. Mohon sambungan doa dan fatihah,” demikian pesan berantai yang beredar di media sosial.
Berdasarkan informasi dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) PJR Polda Jawa Timur, kecelakaan tragis itu terjadi di KM 835.600/A Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro).
Mobil Toyota Innova Zenix bernopol M 1086 EL yang ditumpangi KH Taufik mengalami kecelakaan tunggal diduga akibat sopir mengalami microsleep.
Mobil tersebut menghantam bagian belakang truk Mitsubishi bermuatan barang. Akibat benturan keras, bodi depan Innova ringsek parah, sedangkan bagian belakang truk juga mengalami kerusakan signifikan.
Baca Juga: PCNU Sampang Gelar Pelantikan Ranting dan PD-PKPNU Angkatan 46 di Sokobanah
Selain KH Taufik dan istri, dalam mobil tersebut terdapat tiga penumpang lainnya yakni Moh Syakir (7), Muhammad Ali (4), dan Siti Sulaiha (21). Syakir mengalami luka ringan, sedangkan Ali dan Sulaiha selamat tanpa luka.
Sementara sang sopir, Moh Sholehuddin (26), warga Palengaan Pamekasan, dilaporkan mengalami luka berat dan saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif.
Kabar duka ini membuat banyak tokoh NU, ulama, dan pejabat di Jawa Timur mengungkapkan belasungkawa yang mendalam.
Doa dan ucapan duka mengalir di berbagai lini media sosial sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan almarhum dalam membesarkan NU di daerah.
KH Taufik dikenal sebagai figur ulama muda yang memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan, sosial keagamaan, dan konsolidasi organisasi.
Perannya di PCNU Pamekasan sangat vital, terlebih dalam memperkuat struktur ke-NU-an di tingkat akar rumput.
Jenazah almarhum dan istri direncanakan akan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga pesantren yang diasuhnya di Palengaan, Pamekasan.
Kehilangan KH Taufik tidak hanya dirasakan oleh keluarga dan santri, namun juga oleh komunitas Nahdliyin secara luas. Sosoknya yang santun, bijak, dan visioner telah menjadi panutan banyak kalangan, khususnya generasi muda NU di Madura.
Editor : Hendriyanto