PAMEKASAN, RadarMadura.id – Hampir tidak ada yang menyenangkan saat tiba waktunya berpamitan dengan keluarga yang akan bepergian jauh. Curahan kesedihan yang sama juga bisa tertuju pada hewan peliharaan.
Rasa sedih itu hampir selalu dialami oleh Lora Izzu saat melepas satu per satu hewan ternaknya. Bukan karena tidak senang hewan ternaknya bisa dibeli orang. Sebaliknya, dia tidak bisa memahami kesedihan yang dialami setiap kali melepas hewan ternak.
”Ya gimana, sapi-sapi itu sudah dari kecil kami rawat. Dibilang sedih ya sedih. Tapi, kalau dibilang senang juga senang karena laku terjual,” ungkap Lora Izzu saat ditanya Lora Abbas ketika salah satu sapi ternaknya terjual pada Presiden Prabowo Subianto.
Dari puluhan sapi yang laku terjual sejak satu bulan terakhir, satu sapi jenis simmental cross dipilih oleh Prabowo untuk dijadikan hewan kurban.
Sapi yang berasal dari Katandur Farm itu bernama Buleleng. Berat badannya hampir menyentuh angka satu ton.
Hewan ternak berusia empat tahun itu memang menjadi salah satu sapi kesayangan Lora Abbas dan Lora Izzu.
Tak heran, jika saat melepas Buleleng, terasa amat berat. Bukan karena bobotnya, tapi karena kecintaan pemilik terhadap ras sapi istemewa tersebut.
Buleleng adalah sapi pertama yang ada di Katandur Farm. Sapi itu didatangkan dari Malang saat usianya baru menyentuh tujuh bulan.
Sejak kecil, sapi itu dikenal manja dan aktif. Para pekerja di peternakan tersebut cukup dibuat kewalahan dengan tingkah lakunya.
Selain Buleleng, ada juga jenis simmental lain yang bobotnya tak jauh berbeda. Sapi-sapi itu tumbuh dan berkembang di bawah asuhan Lora Abbas dan Lora Izzu.
Katandur Farm hampir selalu menjadi jujukan masyarakat untuk membeli hewan ternak. (afg/luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti