PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kasus dugaan asusila yang membelit oknum kepala sekolah (Kepsek) berinisial BS disikapi serius oleh pemerintah. Indikasinya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan meminta klarifikasi kepada BS.
BS datang ke kantor Dispendikbud Pamekasan pada Senin (2/6). Dia menghadap Plh Kabid Tenaga Pendidikan (Tendik) Taufik Hidayat. BS meluruskan informasi terkait dugaan tindakan amoral pada perempuan berinisial I.
”Dinas sudah memanggil yang bersangkutan. Dia (oknum Kepsek, Red) mengatakan tidak benar. Berdasar pengakuan BS, I adalah keponakannya dan tidak mungkin melakukan perbuatan yang dituduhkan,” terang Taufik.
Dari hasil klarifikasi, Taufik menjelaskan bahwa BS dan I sedang memiliki masalah keluarga. BS yang rumahnya berdekatan dengan I berusaha untuk menyelesaikan permasalahan yang dimaksud dengan mencari keberadaan ibu dari dua anak tersebut.
”Dia membenarkan bahwa posisi I lagi berada di kamar mandi. BS juga didampingi istrinya saat mendatangi I. Tidak sendirian. Dia juga mengaku tidak mendobrak pintu kamar mandi dan tidak membawa senjata tajam,” ujarnya.
Taufik mengaku telah mengutus koordinator wilayah kecamatan bidang pendidikan dan kebudayaan (korwilcambidikbud) untuk menelusuri keabsahan informasi tersebut. Tujuannya, untuk memastikan sikap Dispendikbud Pamekasan dalam kasus tersebut.
”Kami menyarankan agar diselesaikan melalui upaya mediasi. Sebab, BS dan I masih terikat hubungan keluarga. Kecuali sudah mentok, kami tidak bisa memaksakan jika ada yang menempuh jalur hukum,” ucapnya.
Taufik menyadari kejadian tersebut di luar jam kerja. Namun, dia juga akan menunggu perkembangan dari BS terkait kasus tersebut. Apalagi, I juga sesumbar akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. (afg/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti