PAMEKASAN, RadarMadura.id – Keberadaan guru master (guru yang memiliki kemampuan bahasa daerah dengan baik) berdampak positif bagi lingkungan pendidikan.
Salah satu buktinya, Pamekasan meraih penghargaan dalam menyukseskan program Revitalisasi Bahasa Daerah 2024 Senin (26/5).
Apresiasi tersebut menjadi salah satu motivasi bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan untuk mempercepat pemerataan guru master. Indikasinya, dispendikbud menggagas program satu sekolah satu guru master.
”Ada program lain seperti Sabara (satu hari berbahasa Madura) dan modeling trigatra bahasa di tiap-tiap sekolah,” kata Kabid Pembinaan SD Dispendikbud Pamekasan Taufik Hidayat.
Menurut dia, jumlah guru master di Kota Gerbang Salam saat ini kurang lebih 300 orang. Ratusan orang itu mengajar di SD maupun SMP.
”Untuk SD saja masih kurang. Sebab, jumlah SD di Pamekasan ada 447 sekolah,” tambahnya.
Dijelaskan, pemenuhan guru master akan direalisasikan melalui pengembangan guru master yang ada melalui pelatihan.
Nantinya, guru master tidak hanya menularkan ilmunya kepada sesama guru, tapi juga kepada murid.
”Saat ini sudah ada 20 guru master yang sedang mengikuti pelatihan di Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT). Nanti mereka akan ditetapkan sebagai narasumber bagi guru yang lain,” ucapnya.
Ditambahkan, saat ini guru yang mengikuti pelatihan di BBJT dilatih tujuh genre. Di antaranya caraka, pidato, mendongeng, puisi, dan lainnya.
”Saat ini sudah ada sekitar 130 guru yang mengikuti pelatihan,” pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti