PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemadaman listrik sering terjadi di Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan. Dalam sehari bisa terjadi pemadaman sebanyak 3 hingga 5 kali.
Selain mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM), sejumlah alat elektronik pesantren mengalami kerusakan.
Direktur Utama IBS PKMKK Achmad Muhlis menyampaikan, kondisi itu tidak hanya terjadi di lingkungan pesantren. Tetapi, menyeluruh di sekitar padepokan. Seperti, Desa Lancar, Desa Kaduara Barat hingga Desa Montok.
”Tegangan listriknya itu tidak stabil, hanya 170 volt. Akhirnya, saya berinisiatif untuk memasang trafo sendiri meski biayanya mahal. Sebab, voltase 170 itu tidak bagus bagi peralatan elektronik di padepokan,” ujarnya.
Dia memaparkan, jumlah alat elektronik di IBS PKMKK hampir tak terhitung. Jika ditotal, biaya yang dikeluarkan padepokan menyentuh angka Rp 3 miliar. Karena itu, Muhlis mengeluhkan adanya pemadaman listrik tanpa alasan itu.
”Pemasangan trafo itu tidak lain agar voltase stabil dan tidak sering padam. Pikiran saya sudah ngambil jalur khusus. Memang tegangan listrik stabil, tapi sering mati. Dua smart TV yang kami punya mati total,” urainya.
Muhlis mengungkapkan, pihaknya mengundang teknisi dari Surabaya untuk memperbaiki genset berkuatan 100.000 watt. Upaya itu dilakukan agar pasokan listrik untuk kegiatan pesantren tetap berjalan dengan normal.
”Secara personal, keluhan ini sudah sering saya sampaikan. Pertanyaan saya, kenapa di kota tidak sering padam? Sementara di pelosok desa justru sebaliknya. Padahal, saya juga bayar sama seperti pelanggan listrik di kota,” sesalnya.
Muhlis mempertanyakan kinerja dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura. Semestinya, perusahaan bertindak dengan cepat dan tepat. Dengan begitu, keluhan dari pelanggan segera teratasi.
”Saya hanya berpikir, saya bayar, antara di kota dan di desa pelayanan harus sama. Di desa ini kan sering padam.
Misalnya karena pohon-pohon, apakah ini tugas PLN atau pemilik pohon yang membereskan?” tanyanya.
Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mendatangi kantor PLN UP3 Madura di Pamekasan untuk memberikan ruang klarifikasi kepada PLN UP3 Madura. Petugas yang menemui koran ini menyebut jika pihak yang bertanggung jawab sedang rapat. Wartawan tak mendapat jawaban hingga pukul 17.40. (afg/bil)
Editor : Amin Basiri