Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

RSUD Smart Siapkan Mesin HD Khusus Untuk Layani Pasien Kritis

Amin Basiri • Kamis, 22 Mei 2025 | 03:26 WIB
BERI PENJELASAN: Direktur RSUD Smart Pamekasan dr. Budi Santoso (pegang mik) didampingi direksi dan Wakil Ketua DPRD Pamekasan Moh. Khomarul Wahyudi (kemeja batik) saat audiensi kemarin.
BERI PENJELASAN: Direktur RSUD Smart Pamekasan dr. Budi Santoso (pegang mik) didampingi direksi dan Wakil Ketua DPRD Pamekasan Moh. Khomarul Wahyudi (kemeja batik) saat audiensi kemarin.

PAMEKASAN, RadarMadura.id  – Keputusan untuk mengurangi sif layanan hemodialisis (HD) di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan mendapat atensi publik. Banyak pihak yang menyayangkan kebijakan tersebut.

Kondisi itu juga ditanggapi serius oleh awak media. Mereka datang ke rumah sakit untuk mendapat kejelasan terkait pengurangan satu sif layanan HD itu. Wakil Ketua DPRD Pamekasan Moh. Khomarul Wahyudi turut mendampingi jurnalis.

M. Khairul Umam selaku perwakilan media menyebutkan, salah satu pasien gagal ginjal harus meregang nyawa lantaran tidak mendapat layanan HD. Dia tidak ingin kasus itu terulang akibat dihapusnya satu sif di RSUD Smart Pamekasan.

”Kondisi ini tidak hanya terjadi di Pamekasan. Tetapi, di rumah sakit lain juga penuh. Rata-rata pasien gagal ginjal mengalami kesulitan untuk mencari akses layanan cuci darah,” ujar pria yang juga Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) itu.

Selain itu, pasien juga akan dihadapkan dengan tambahan biaya jika terpaksa menjalani perawatan di luar Pamekasan. Karena itu, pasien akan lebih terbantu layanan HD jika dilakukan di rumah sakit terdekat seperti RSUD Smart Pamekasan.

Sementara itu, Direktur RSUD Smart Pamekasan dr. Budi Santoso menyampaikan, pihak rumah sakit bisa saja membuka kembali satu sif yang sempat ditutup. Sebab, jadwal untuk siklus cuci darah membutuhkan waktu minimal empat jam.

”Satu siklus HD berdurasi 4-6 jam. Sehingga, dalam tiga sif mesin HD hanya beroperasi 12 jam. Memang betul mesin HD perlu dibersihkan saat pemakaian setiap hari. Tetapi, masih memungkinkan jika hanya 4 jam satu kali HD,” urainya.

Dokter spesialis mata itu menjelaskan, layanan cuci darah sif 4 terpaksa harus dihentikan. Indikasinya, BPJS Kesehatan menilai kegiatan itu tidak sesuai dengan panduan cuci darah yang ditetapkan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri).

”Pernefri memberlakukan aturan bahwa satu kali HD itu enam jam. Ini kami berlakukan untuk sif 1, 2, dan 3. Lalu, pada sif 4 hanya 4 jam. Sisanya kami pakai untuk membersihkan alat. Karena hal ini sif 4 dianggap tidak sesuai regulasi,” ujarnya.

Sekadar diketahui, layanan sif ke-4 HD RSUD Smart Pamekasan dibuka sejak November 2024. Budi menegaskan bahwa rumah sakit tidak berniat melanggar perosedur dan aturan cuci darah. Penambahan itu dilandaskan pada aspek kemanusiaan.

”Semua itu kami buka karena alasan kemanusiaan agar tidak ada pasien gagal ginjal yang kehilangan nyawa karena tidak segera mendapat pertolongan melalui layanan HD ini,” kata dr Budi di hadapan wartawan dan Wakil Ketua DPRD Pamekasan.

Karena itu, Budi menyarankan agar pasien darurat yang membutukan layanan cuci darah tetap dibawa ke RSUD Smart Pamekasan. Sebab, manajemen rumah sakit telah menyediakan satu mesin HD khusus untuk menangani hal itu. (afg/han)

Editor : Amin Basiri
#pamekasan #rsud #hemodialis