Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ribuan Rumah Terendam Banjir, Pemerintah Diminta Optimalkan Normalisasi Sungai

Ina Herdiyana • Selasa, 13 Mei 2025 | 16:46 WIB
MENGKHAWATIRKAN: Kondisi Sungai Kali Jombang meluap di Kelurahan Patemon, Pamekasan, Senin (12/5). (AYU LATIFAH/JPRM)
MENGKHAWATIRKAN: Kondisi Sungai Kali Jombang meluap di Kelurahan Patemon, Pamekasan, Senin (12/5). (AYU LATIFAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Hujan deras yang mengguyur Pamekasan pada Minggu (11/5) menyebabkan banjir. Ribuan rumah, perkantoran, dan lembaga pendidikan di enam kelurahan dan tiga desa terendam.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi memaparkan, air mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 03.30 Senin (12/15).

Bencana tersebut disebabkan air tiga dam meluap. Yakni, Dam Samiran, Klampar, dan Blumbungan.

Berdasar penyisiran BPBD, ada lima kelurahan dan satu desa di wilayah Kecamatan Kota Pemekasan yang terendam banjir. Juga satu desa dan satu kelurahan di Kecamatan Pademawu yang juga tergenag.

”Kondisi paling parah ini ada di Kelurahan Patemon dengan ketinggian air hingga pinggang orang dewasa,” ucapnya.

Dhofir menyatakan, lembaganya menerjunkan enam perahu untuk mengevakuasi para korban. Juga petugas untuk memberikan bantuan makanan dan alat kebersihan kepada warga terdampak.

”Sampai saat ini, kami sudah melakukan evakuasi dan akan memberikan bantuan,” imbuhnya.

Rudi, warga Kelurahan Petemon, RT 06, RW 02, mengaku setiap tahun rumahnya terendam banjir.

Ketinggiannya bisa mencapai satu meter. Ada sekitar 80 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di wilayahnya.

”Jika daerah utara hujan deras, kami waspada karena pasti ada air kiriman,” ujar pria usia 50 tahun itu.

Ketua Forum RT/RW Kelurahan Patemon Ribut Herwindo menyatakan, banjir mulai menggenangi wilayahnya saat dini hari.

Sebagian besar warga terlelap tidur. Namun, tidak ada korban jiwa yang disebabkan bencana alam tersebut.

Rumah yang terendam banjir di wilayahnya sekitar 14. ”Kami hanya bisa berharap pemerintah bisa memaksimalkan anggaran untuk pengerukan sungai. Jangan dibuat untuk bantuan saja, tapi utamakan infrastruktur dulu sehingga banjir tidak terulang lagi,” pintanya.

Petugas Tagana Khusus Dinsos Pamekasan Fathor Rahman menyatakan, hujan lebat yang terjadi di Kota Gerbang salam menyebabkan tiga dam meluap.

Berdasar informasi terakhir yang diterima, ketinggian air di Dam Samiran 80 sentimeter.

Sementara debit air Sungai Majungan mulai menyusut ”Untuk saat ini, genangan di Sumedangan dan Lemper masih mencapai pinggang orang dewasa. Sedangkan di Tapsiun mulai naik lagi setelah sebelumnya mulai turun,” imbuhnya. (ay/jup)

 

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#Ribuan #pemerintah #terendam banjir #Sungai #Normalisasi #rumah