Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Penjagaan Diperketat, Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan Pasang CCTV

Berta SL Danafia • Senin, 12 Mei 2025 | 14:15 WIB
KETAT: Petugas sipir memeriksa pejabat yang masuk ke Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan, Rabu (7/5). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
KETAT: Petugas sipir memeriksa pejabat yang masuk ke Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan, Rabu (7/5). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Lembaga pemasyarakatan (lapas) belum steril dari kasus peredaran narkoba.

Beberapa kali bisnis barang haram itu justru ditemukan di lingkungan lapas.

Di Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan, petugas melaporkan tiga kejadian sejak Maret 2025.

Pertama, upaya penyelundupan sabu-sabu (SS) oleh pembesuk warga binaan (WB) pada Kamis (20/3). Barang itu disembunyikan di organ vital.

Barang bukti (BB) yang ditemukan petugas sipir adalah dua paket SS seberat 11,2 gram.

Dua orang diamankan dalam perkara tersebut. Terduga penyalah guna narkoba itu lalu diserahkan ke Satresnarkoba Polres Pamekasan.

Kasus kedua terjadi pada Minggu (13/4). Sebuah bola tenis berisi paket SS seberat 1,39 gram ditemukan di area brandgang Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan.

Hingga Minggu (11/5), tidak ada pelaku yang berhasil diamankan.

Selain itu, narapidana di lapas tersebut juga terlibat dalam pengendalian SS.

WB bernama Dicky Reza Aprianto diduga menjadi otak di balik pengungkapan kasus narkoba seberat 299,028 gram oleh Polrestabes Surabaya pada Kamis (17/4).

Plh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan Ainor R. Safari mengaku telah meningkatkan keamanan.

Salah satunya dengan memasang closed circuit television (CCTV).

Pria berdomisili Jakarta itu mengakui bahwa tiga kejadian tersebut tak terekam CCTV. Sebab, jumlah alat elektronik tersebut juga terbatas.

Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan tidak memiliki anggaran untuk menambah alat perekam.

”Sekarang kami sudah pasang beberapa (CCTV, Red). Termasuk, yang ke arah luar lapas,” ungkapnya.

Ini untuk mengantisipasi kejadian pelemparan SS dari luar lapas. Ini pakai uang pribadi Kalapas,” terangnya.

Sementara itu, aktivis Pamekasan Iklal Iljas Husain menilai, pengawasan di Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan lemah.

Sehingga, bisnis narkoba bisa dengan mudah menyusup ke lapas. Semestinya, barang haram itu tak masuk hotel prodeo.

”Harusnya kan steril dari narkoba. Tapi, ini justru bisa dikatakan jadi ladangnya,” kata aktivis yang karib disapa Iklal itu.

”Tidak mungkin seorang narapidana itu bekerja sendiri. Pasti ada oknum yang membantu. Maka, ini yang perlu diusut,” imbuhnya.

Dia mencurigai keterlibatan orang dalam (ordal) dalam peredaran narkoba tersebut. Hanya, oknum yang dimaksud tidak pernah bisa diungkap ke publik.

Iklal minta agar kinerja pegawai di Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan dievaluasi. (afg/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#kelas #pamekasan #SS #CCTV #narkotika #lapas