Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Petugas Dapur MBG di Pamekasan Direkrut tanpa Ikuti Pelatihan, Dewan Imbau Profesional

Fatmasari Margaretta • Selasa, 6 Mei 2025 | 15:10 WIB
LAHAP: Murid SDN Proppo 1 menikmati menu uji coba MBG di Kecamatan Proppo, Pamekasan, Selasa (29/4). (KHOLIL RAMLI/JPRM)
LAHAP: Murid SDN Proppo 1 menikmati menu uji coba MBG di Kecamatan Proppo, Pamekasan, Selasa (29/4). (KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Program makan bergizi gratis (MBG) di Pamekasan mulai direalisasikan.

Sejak awal 2025, setidaknya sudah ada lima dapur yang beroperasi dan mencakup 13.829 pelajar.

Namun, ada dugaan petugas atau pekerja yang ada di tiap-tiap dapur tidak mengikuti pelatihan.

Karena itu, profesionalitas para juru masak dipertanyakan. Termasuk kandungan gizi makanan hasil olahan mereka.

”Kalau pelatihan khusus (petugas dapur, Red.) tidak ada, tapi sebelum beroperasi, ada pengarahan,” kata salah satu sumber Jawa Pos Radar Madura (JPRM) yang enggan namanya dikorankan.

Narasumber koran ini mengeklaim, setiap dapur diawasi secara langsung oleh ahli gizi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan higienitas dan kandungan gizi pada menu MBG sesuai dengan aturan.

”Sementara ini memang belum ada arahan untuk mengikuti kegiatan pelatihan. Hanya mendapat pengarahan terkait penggunaan alat pelindung diri (APD) dan sebagainya. Salah satu tujuannya, memastikan menu MBG benar-benar higienis,” tegasnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi mengingatkan pengelolaan dapur MBG benar-benar sesuai aturan.

Terutama, berkaitan dengan kandungan gizi menu yang disuguhkan kepada pelajar.

Faridi kaget karena baru-baru ini ada informasi perihal pelatihan khusus bagi petugas dapur.

”Kok baru dilatih? Padahal, programnya sudah di-launching. Ini bagaimana pengelolaannya? Jangan sampai tidak profesional?” imbaunya.

Dijelaskan, sejauh ini Komisi II DPRD Pamekasan belum menerima informasi secara utuh terkait pengelolaan dapur MBG.

”Tiba-tiba sudah di-launching. Kami minta kepada pengelola dapur untuk bekerja secara profesional sesuai aturan. Jangan sampai ada masalah di kemudian hari,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Nurul Hidayat belum bisa dimintai keterangan terkait kinerja pengelola dapur MBG di Pamekasan.

Pesan dan panggilan koran ini tidak direspons. (lil/yan)

Editor : Fatmasari Margaretta
#profesional #Mbg #apd #gizi #program #pelatihan #dapur #higienis