Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Disperindag Pamekasan Sebut Capaian PAD Pasar Minus Rp 2,5 Miliar, Ini Sebabnya

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 4 Mei 2025 | 16:55 WIB
JUAL BELI: Para pedagang beraktivitas di Pasar Kolpajung, Pemekasan, Kamis (1/5). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
JUAL BELI: Para pedagang beraktivitas di Pasar Kolpajung, Pemekasan, Kamis (1/5). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan harus bekerja lebih ekstra untuk mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar.

Sebab, realisasi pada triwulan pertama masih rendah.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), nominal capaian PAD pasar tahun ini berada di angka 26 persen atau sekitar Rp 900 juta dari target sebesar Rp 3,4 miliar.

Sumber utama berasal dari retribusi pertokoan atau kios dan retribusi harian yang berfokus pada pedagang emperan pasar.

”Tidak lagi memakai target triwulan, setiap minggu melakukan rapat evaluasi capaian target,” kata Kabid Pasar Disperindag Pamekasan Handiko Bayuadi.

Handiko memastikan, Disperindag Pamekasan akan terus berupaya seoptimal mungkin untuk mengelola pendapatan dari belasan pasar binaannya.

Dengan begitu, target PAD 2025 bisa tercapai secara maksimal. Salah satunya melalui peningkatan sarana dan prasarana pasar. Sehingga, aktivitas jual beli bisa terus meningkat.

”Dari 13 pasar di bawah naungan pemkab, ada dua pasar yang menjadi penyumbang terbanyak. Yakni, Pasar Keppo dan Pasar 17 Agustus,” jelasnya.

Pada periode yang sama tahun 2024, target PAD pasar yang dibebankan pada Disperindag Pamekasan tidak tercapai.

Menurut Handiko, capaian PAD sebesar Rp 2,9 miliar dengan persentase 85 persen dari target Rp 3,4 miliar.

”Hasil penarikan retribusi pasar langsung disetor ke kas daerah (kasda),” pungkasnya.

Baca Juga: Bayar Samsat Signal Online Cepat Tanpa Hambatan

Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Salman Al Farisi mengingatkan agar organisasi perangkat daerah (OPD) terus memaksimalkan pengelolaan pasar.

Tapi, pengelolaannya harus transparan untuk meminimalisasi potensi terjadinya kebocoran.

”Sehingga, semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Komisi II juga berkomitmen untuk menjalankan tugas dan fungsi pengawasan sesuai ketentuan. Sehingga, target tahun ini bisa tercapai dan syukur-syukur bisa melebihi target,” pungkasnya. (lil/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Pengelolaan Pasar #disperindag #pendapatan #realisasi #sektor pasar #pad #dprd pamekasan #rendah