PAMEKASAN, RadarMadura.id – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Jalan Raya Panglegur, Pamekasan, sedang berproses transformasi menjadi UIN (Universitas Islam Negeri) Madura.
Namun, sarana dan prasarana (sarpras) penataan parkir masih minim. Hal itu dikeluhkan oleh mahasiswa.
”Ketersediaan lahan parkir ada, tetapi belum tertata. Di mana area tempat parkir motor dan mobil itu tidak jelas sehingga markir sembarangan,” kata narasumber JPRM.
Selain itu, sarpras penunjang lainnya di setiap lahan parkir tidak tersedia. Misalnya, atap parkir, pembatas parkir, dan lainnya.
Termasuk tidak ada portal parkir sehingga keluar masuknya kendaraan hanya diawasi secara manual.
Mahasiswa pascasarjana itu juga menyebut, tidak semua area parkir di lingkungan IAIN Madura dijaga petugas.
Meskipun ada, petugas keamanan hanya fokus di pintu masuk dan keluar kampus. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap tingkat keamanan kampus.
”Kalau memang betul-betul mau ditata dengan rapi, semua kebutuhan harus dilengkapi,” katanya.
”Misalnya, di pintu keluar dan masuk kampus, setiap kendaraan harus menunjukkan STNK. Kalau perlu dilengkapi dengan portal parkir,” sarannya.
Sementara itu, Rektor IAIN Madura Saiful Hadi belum bisa dimintai keterangan.
Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, dia beralasan berada dalam perjalanan menuju Madura. ”Ketemu di kampus saja,” balasnya singkat. (lil/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia