PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bawang merah termasuk salah satu komoditas pangan yang memiliki nilai harga jual tinggi.
Tak heran jika banyak petani yang tergiur dengan hal itu. Mereka berbondong-bondong untuk menanam.
Di pasaran, bawang merah dijual seharga Rp 60 ribu per kilogram. Hal itu diakui oleh salah seorang pembeli Iffah Al-Abadiyah.
Perempuan Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, itu memang sering menstok bawang merah untuk kebutuhan dapur keluarga.
”Semenjak bulan puasa kemarin, harga bawang merah makin naik. Dari yang semula Rp 40 ribu per kilogram, sekarang sudah naik Rp 60 ribu per kilogram. Saya hampir kaget waktu membeli di pasar kemarin (Jumat (25/4), Red),” ujarnya.
Perempuan 26 tahun itu tidak heran dengan harga bawang merah yang cenderung tinggi di kalangan pedagang pasar.
Sebab, Pamekasan belum memasuki musim panen untuk tanaman tersebut. Sehingga, harga komoditas tersebut kian mahal.
Sementara itu, salah seorang petani bawang merah Lasip menyebutkan bahwa harga jual di pasaran cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan harga di petani.
Sebab, pelengkap bumbu dapur itu dijual dengan kondisi yang sudah kering.
”Kalau di petani itu paling mentok bisa mencapai Rp 23 ribu per kilogram. Itu untuk kualitas bawang merah yang paling super. Karena kan masih basah kalau baru selesai panen,” terang Lasip pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Untuk bisa kering sempurna, bawang merah membutuhkan waktu sekitar 30–40 hari setelah masa panen.
Proses pengeringan yang cukup lama itu juga digunakan petani untuk menyiapkan bibit. Sehingga, kualitas tanaman semakin baik. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti