PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kelebihan orang pandai memasak tidak hanya menyenangkan hati keluarga, tapi juga menjadi sumber pendapatan. Misalnya, dalam pengolahan bumbu dapur.
Warga Desa Bugih, Kecamatan Pamekasan, Dewi Sholaiha menyampaikan, usaha bumbu masak miliknya telah ada di dua outlet.
Yakni, di pusat Kota dan di rumahnya. ”Saya hanya meneruskan usaha ibu saya,” katanya Sabtu (26/4).
Bumbu masak yang diproduksinya ada 14 jenis. Di antaranya bumbu rawon, gule atau gulai, soto, semur, bumbu dasar merah, putih, kuning, dan sebagainya.
”Paling laku itu yang bumbu rawon, gule, dan soto,” tambahnya.
Sekali produksi dia bisa membuat 4–5 kilogram bumbu dalam satu pekan.
Harga bumbu Rp 10 ribu untuk kemasan 70 gram. Sedangkan kemasan 250 gram dijual dengan harga Rp 30 ribu.
”Harganya berlaku bagi semua jenis bumbu, kecuali ada kenaikan bahan dinaikkan sedikit,” tambahnya.
Perempuan 50 tahun tersebut meneruskan usaha ibunya sejak 2017.
Omzetnya dalam satu bulan berkisar Rp 3 juta hingga Rp 7 juta. Pendapatan akan naik pada momen Lebaran.
”Alhamdulillah, sebelum Lebaran kemarin peminat bumbu meningkat,” ucapnya.
Menurutnya, sedikit banyak usaha home made miliknya tetap disyukuri.
Sebab, dari hasil penjualan tersebut dirinya bisa menyekolahkan tiga buah hatinya.
”Usaha ini sangat membantu kami, apalagi setelah suami saya meninggal,” tuturnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti