Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mengurai Benang Merah Pemanfaatan Lahan Eks Stasiun PJKA Pamekasan (7-Habis); Akhirnya, Aktivitas Tata Niaga Segera Dibuka Kembali

Ina Herdiyana • Jumat, 25 April 2025 | 18:30 WIB
MASIH SEPI: Warga membereskan sisa-sisa barang yang berserakan di kios eks Stasiun PJKA Pamekasan, Kamis (24/4). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
MASIH SEPI: Warga membereskan sisa-sisa barang yang berserakan di kios eks Stasiun PJKA Pamekasan, Kamis (24/4). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Penutupan aktivitas perdagangan di eks Stasiun PJKA Pamekasan akhir menemukan solusi akhir. Pemerintah berencana membuka kembali tempat itu.

Terik matahari berada tepat di atas kepala. Cuaca di eks Stasiun Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) Pamekasan begitu cerah Kamis (24/3). Namun, nyaris tidak terlihat warga di lokasi tersebut karena pedagang belum bisa berjualan.

Di kios-kios milik pedagang sudah tidak terlihat lagi penghalang. Bilik-bilik yang semula menutupi hampir seluruh bangunan sudah dirobohkan. Jika diperhatikan dari sisi depan, lapak pedagang terlihat lebih terang.

Pemkab Pamekasan ternyata sudah menjalin kesepakatan dengan pedagang di kawasan itu. Dengan demikian, mereka akan menggelar kembali lapak dagangan di eks Stasiun PJKA. Rencananya, reaktivasi kawasan ekonomi tersebut akan dimulai pekan depan.

”Eks Stasiun PJKA Pamekasan harus dibuka. Kalau ditutup (permanen, Red), itu adalah bentuk pemiskinan pedagang. Harus dibuka dan nanti akan kami buka apa pun tantangannya,” ujar Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman.

Orang normor satu di Pamekasan itu sudah bertemu dengan hampir seluruh pedagang di kawasan tersebut. Namun, tidak semua pedagang bisa menghadiri undangan. Pertemuan itu digelar secara tertutup di Peringgitan Dalam Mandhapa Agung Ronggosukowati.

”Kami tidak bermaksud menutup eks Stasiun PJKA Pamekasan. Tetapi, hanya ingin menyelesaikan, nanti itu bisa tertata rapi dan didesain dengan lebih sempurna lagi,” ujar bupati yang akrab disapa Kiai Kholil itu.

Pihaknya telah menyiapkan desain sendiri terkait kawasan tersebut. Rencananya, eks Stasiun PJKA Pamekasan akan dibentuk menyerupai huruf U. Dia juga akan membangun taman di sisi depan untuk menarik minat pengunjung.

”Nanti juga akan ada lampu-lampu yang menghiasi. Kemudian, di sisi tengah itu akan dikosongkan. Dan, ini semuanya ke trotoar juga akan diperbaiki. Tetapi, tentu jangan buru-buru karena memang butuh waktu,” sambungnya. 

Terdapat 73 pedagang yang terdampak aktivitas penutupan tersebut. Mayoritas berada di sisi selatan eks Stasiun PJKA Pamekasan. Sementara 76 pedagang yang berada di sisi utara lokasi itu masih bisa menggelar lapak mereka.

Mayoritas pedagang yang terdampak penutupan itu berjualan makanan dan minuman. Beberapa di antaranya kedapatan menyediakan minuman keras (miras) hingga bisnis esek-esek. Alasan itu yang menjadikan kawasan ditutup sementara.

Baca Juga: Mengurai Benang Merah Pemanfaatan Lahan Eks PJKA Pamekasan (4); Satu Pedagang Seharusnya Menempati Satu Kios

Pemkab Pamekasan telah membuat kesepakatan dengan pedagang. Pertama, kios tidak bisa dialihkan kepada orang lain. Kedua, bangunan tidak bisa diubah bentuk. Ketiga, pedagang tidak menjual makanan dan minuman terlarang.

Keempat, kios tidak bisa dipasangi pengeras suara maupun sejenisnya. Kelima, pedagang hanya bisa berjualan sesuai jam operasional mulai pukul 05.30–24.00. Terakhir, mengembalikan bangunan dalam bentuk awal secara mandiri. (afg/jup)

Editor : Ina Herdiyana
#tata niaga #segera dibuka #pedagang #Stasiun PJKA Pamekasan #kios