PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kuota bedah rumah tahun ini menyusut.
Minimnya kuota yang disediakan semakin memperlambat penghapusan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Gerbang Salam.
Tahun 2024 lalu, Pemkab Pamekasan menetapkan 285 kuota. Sementara tahun ini hanya 38 kuota.
Sehingga, kuota yang tersedia tahun ini menjadi rebutan.
Staf Fungsional Penata Kelola Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan Dwi Budayana Eka menyampaikan, pihaknya tidak tahu kenapa kuota tahun ini menyusut.
”Namun, dugaan saya salah satunya karena ada efisiensi anggaran,” katanya.
Dwi menuturkan, ketersediaan kuota tersebut tidak sesuai harapan institusinya yang komitmen menuntaskan RTLH masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
”Sebab, saat ini ada sekitar 6.000 RTLH yang membutuhkan uluran bantuan,” imbuhnya.
Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Fauzi menuturkan, dari tahun ke tahun penerima bantuan RTLH semakin menyusut.
Meskipun begitu, dia minta dinas terkait untuk tetap profesional. Sehingga, bantuan tepat sasaran.
”Kami juga mencoba mengajukan ke pemerintah pusat untuk menutupi kekurangan kuota tahun ini. Kami juga akan melakukan pengawasan hingga selesai,” tandasnya. (ay/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta