Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dewan Dorong Pemkab Pamekasan Serius Kelola Wisata

Fatmasari Margaretta • Senin, 21 April 2025 | 22:48 WIB

 

SEPI: Pengunjung keluar dari wisata Pantai Talang Siring, Pamekasan, Sabtu (19/4). (KHOLIL RAMLI/JPRM)
SEPI: Pengunjung keluar dari wisata Pantai Talang Siring, Pamekasan, Sabtu (19/4). (KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kabupaten Pamekasan memiliki tiga destinasi wisata.

Yakni, wisata Pantai Talang Siring, Eduwisata Mangrove Lembung, dan Pantai Jumiang. Namun, pengelolaannya dinilai belum maksimal.

Karena itu, Komisi IV DPRD mendorong eksekutif lebih serius dan inovatif dalam mengelola sektor wisata.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Saedy Romli menilai pengelolaan dan pengembangan tiga wisata tersebut belum maksimal.

Buktinya, target pendapatan asli daerah (PAD) Rp 100 juta tahun lalu tidak tercapai. Yakni, hanya terealisasi Rp 34 juta selama satu tahun.

”Secara spesifik penurunan pengunjung di Pantai Jumiang mencapai 50 persen. Kalau analisis saya, fasilitas wisatanya banyak yang rusak,” kata Saedy.

Di samping itu, alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah kabupaten (pemkab) untuk peningkatan wisata sangat minim. Yaitu, hanya Rp 25 juta setiap tempat wisata.

Bagi Saedi, angka tersebut sangat tidak memadai untuk perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) wisata.

Legislator Partai Gelora itu mengaku mengusulkan kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan supaya wisata milik pemkab dipihakketigakan.

Dengan begitu, pengelolaannya bisa lebih maksimal dan PAD berpotensi meningkat.

”Tidak mungkin berkembang dengan anggaran Rp 25 juta. Saya juga minta anggarannya ditambah dari item anggaran yang lain di disporapar, tapi itu tidak bisa. Makanya, solusi terbaik menurut kami itu dipihakketigakan,” sarannya.

Kepala Disporapar Pamekasan Fathorrachman tidak menampik minimnya anggaran untuk tiga wisata yang dikelola pemkab tersebut.

Menurutnya, anggaran yang tersedia hanya cukup untuk pengecatan.

”Kondisi sarana dan prasarana jelas sangat berdampak terhadap PAD, tapi kami akan upayakan dengan inovasi dan ikhtiar kami PAD-nya meningkat. Terkait usulan dipihakketigakan perlu dipertimbangkan,” pungkasnya. (lil/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#pengelolaan #pantai talang siring #pad #Sarana dan Prasarana #destinasi wisata