PAMEKASAN, RadarMadura.id – Konsistensi adalah kunci utama dalam merintis sebuah usaha.
Hal itu yang dilakukan Ach. Taufiqurrahman selama berjualan jus buah sejak delapan tahun silam.
Bermula dari jualan menggunakan gerobak, kini pria 23 tahun itu sudah memiliki tiga outlet di Kota Pamekasan.
Bagi Taufiq, jus buah memiliki peluang lini usaha yang menjanjikan dan tidak bisa tergantikan.
Sebab, buah sendiri memiliki kandungan gizi luar biasa, seperti vitamin, mineral, serat, dan air.
Kandungan tersebut sangat bermanfaat. Buah juga disukai semua kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua.
”Tidak musiman seperti minum-minuman yang lain. Artinya tidak bisa tergantikan, dari generasi ke generasi buah akan tetap digemari. Sehingga, untuk bisnis akan lebih stabil,” kata Taufiq di salah satu outletnya di Jalan Kabupaten, Pamekasan, Kamis (17/3).
Warga Perum Royal Basar, Pamekasan, itu mengaku, kali pertama berjualan menggunakan gerobak di area Taman Arek Lancor (Arlan).
Pelanggan setianya mayoritas adalah teman-temannya sendiri. Saat itu dia hanya bisa membawa pulang uang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per hari.
”Alhamdulillah, sejak 2020 pindah ke Jalan Kabupaten ini terus berkembang. Sekarang sudah ada tiga outlet, ada di jalan Pojok Gurem dan di Jalan Jingga juga. Rencana mau buka cabang lagi ada, cuma masih di wilayah Pemekasan. Kontrolnya biar lebih mudah,” ungkapnya.
Pria kelahiran 1992 itu menyebut, ada beragam menu jus buah yang dijual.
Mulai dari buah alpukat, sirsak, melon, dan masih banyak jenis buah lainnya.
Harga yang dipatok juga cukup terjangkau, mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 20 ribu.
”Kalau penjualan sekarang, rata-rata di angka 600 hingga 900 cup setiap harinya. Itu dari tiga outlet. Buka dari pagi pukul 07.00 sampai 23.00. Tapi, namanya orang jualan, kadang ramai, kadang sepi. Yang penting berpikir positif dan memberikan yang terbaik untuk pelanggan,” pungkasnya. (lil/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti