Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pandai Lihat Peluang Usaha dan Dorongan Keluarga, Pentol Gape’ Adit Digandrungi Pemburu Kuliner

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 20 April 2025 | 21:02 WIB
LARIS: Isman Adit Purnawan menunjukkan pentol gape’ di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (19/4). (AYU LATIFAH/JPRM)
LARIS: Isman Adit Purnawan menunjukkan pentol gape’ di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (19/4). (AYU LATIFAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Madura tidak hanya kaya budaya. Namun juga kaya akan kuliner. Di tengah perkembangan digital, beragam kuliner jadi viral. Satu di antaranya pentol gape’.

Salah satu penjual pentol gape’ Isman Adit Purnawan. Dia berinisiatif berjualan karena melihat peluang usaha. Terlebih mendapat dorongan keluarga dan teman.

”Dulu istri pernah berjualan di kampusnya. Saat ini mencoba berjualan kembali,” kata suami Ayu tersebut Sabtu (19/4).

Pentol gape’ merupakan makanan yang berasal dari olahan ikan. Khususnya ikan tuna atau cakalan.

Keunikan kuliner ini terletak pada cara membuatnya yang digapit atau di-gape’ menggunakan alat khusus. ”Makanya dinamakan pentol gape’,” tambahnya.

Pentol gape’ produksi Adit terdiri atas dua jenis. Ada pentol biasa dan pentol tahu. Harganya mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

”Per Rp 5 ribu itu isi empat lembar pentol. Berlaku kelipatannya,” ungakpnya.

Pria 25 tahun tersebut menyampaikan terbilang baru berjualan, tapi peminat usahanya cukup banyak.

LEZAT: Pentol gape’ produksi keluarga Isman Adit Purnawan menantang para pemburu kuliner untuk goyang lidah, Sabtu (19/4). (AYU LATIFAH/JPRM)
LEZAT: Pentol gape’ produksi keluarga Isman Adit Purnawan menantang para pemburu kuliner untuk goyang lidah, Sabtu (19/4). (AYU LATIFAH/JPRM)

Bahkan, dia sering kewalahan melayani pembeli. ”Apalagi kalau open jastip ke Kota, pesanannya hingga 100 bungkus,” paparnya.

Menurutnya, usaha yang digeluti dengan istrinya tersebut merupakan usaha sampingan.

Namun, sangat membantu terhadap tambahan pendapatan. Omzet satu hari bisa tembus Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta.

”Omzet bergantung kami menyediakan pentol. Alhamdulillah, sedikit untuk tambahan dan semoga terus konsisten,” pungkasnya. (ay/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kuliner #pentol #keunikan #viral #digapit #Olahan Ikan