PAMEKASAN, RadarMadura.id – Masa tanam tembakau semakin dekat. Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) memberikan imbauan kepada petani agar mengurangi jumlah tanaman tembakau.
Alasannya, stok di pabrik tembakau sudah penuh. Hal itu disampaikan oleh Ketua P4TM Khairul Umam.
Dia menyarankan para petani agar masa tanam tahun ini tidak menanam tembakau terlalu banyak.
”Misalnya, tahun lalu menanam seribu (tembakau, Red), tahun ini menanam lima ratus. Dengan pertimbangan pabrik itu sekarang full stok,” kata pria yang juga pengusaha tembakau itu.
Pertimbangan tersebut cukup beralasan agar harga tembakau tetap tinggi.
Meski begitu, Khairul Umam tetap mendoakan agar para petani tembakau di Pulau Garam mendapatkan keuntungan dari hasil tanam tembakau.
Salah seorang investor tembakau di Madura Rudiyanto justru memiliki pandangan berbeda.
Dia tetap mendorong petani menanam sesuai dengan kemampuan. Pria yang juga pengusaha tambang batu bara itu optimistis harga tembakau tetap tinggi.
”Kalau cuaca mendukung, ya monggo menanam seperti biasa sesuai kemampuan,” ujarnya.
”Sebab, pada dasarnya hukum ekonomi itu tidak ditentukan dari statement. Namun, bisa dipengaruhi beberapa faktor,” tuturnya.
Rudi memaparkan, supply and demand dalam bisnis tembakau cukup berpengaruh.
Ketersediaan barang dan jumlah permintaan menjadi kunci utama petani tembakau akan untung atau merugi. Termasuk, kualitas tanaman.
”Silakan tetap menanam. Kalau punya keyakinan pada Gusti Allah, silakan tambah asalkan cuaca mendukung,” sebutnya.
”Kalau kualitas tembakau baik, banyak pabrik lokal maupun nasional mencari selama masih produksi,” ulasnya.
Rudi percaya bahwa kualitas tembakau di Madura memiliki ciri khas tersendiri. Dia menyebut, tembakau tidak akan basi.
Menurut dia, tembakau yang lama disimpan justru akan menghasilkan kualitas yang baik.
”Mari kita tetap optimistis dan menaruh prasangka baik kepada Tuhan. Percayalah bahwa tembakau Madura banyak dilirik oleh pabrikan-pabrikan sebagai bahan baku dalam memproduksi rokok,” tandasnya. (afg/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia