PAMEKASAN, RadarMadura.id – Lintasan black spot di Jalan Raya Ambat, Kecamatan Tlanakan, makan korban. Pengendara sepeda motor bernama Fairiqi meregang nyawa saat terlibat kecelakaan pada Selasa (8/4) malam.
Sepeda motor yang dikendarai Riqi bertabrakan dengan mobil yang dikemudikan oleh Moh. Ulul Albab, warga Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan.
Tubuh Riqi masuk kolong mobil. Dia dinyatakan meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pamekasan Ipda Slamet Riyadi mengatakan, peristiwa maut itu diduga disebabkan kelalaian pengemudi. Sebab, laju kendaraan cukup cepat saat melewati jalur maut tersebut.
”Saat mobil jenis Avanza berwarna putih hendak menyalip, tiba-tiba muncul sepeda motor dari arah berlawanan sehingga terjadi tabrakan,” kata perwira pertama (Pama) Polri dengan pangkat satu balok emas di pundaknya itu.
Slamet memperkirakan, kedua kendaraan yang terlibat dalam musibah tersebut sama-sama memacu kendaraan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Akibatnya, tidak sempat menghindari kecelakaan lalu lintas (laka lantas).
Kecelakaan maut itu menjadi tontonan pengguna jalan lain. Sebagian pengguna jalan mengabadikan peristiwa itu melalui gawai masing-masing. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat.
Satlantas Polres Pamekasan telah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat laka lantas di kantor unit laka. Di sisi lain, kerugian material akibat peristiwa nahas itu diprediksi mencapai Rp 5 juta.
Sementara itu, Moh. Iqbalul Khavey MZ selaku rekan Riqi mengaku terkejut mendengar musibah yang menimpa pemuda asal Desa Payudan, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, itu. Dia berempati lantaran korban dikenal sebagai pribadi yang berakhlak baik.
”Kepergiannya tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan almarhum. Saya bersaksi, almarhum orang baik.” ujar pemuda yang karib disapa Iqbal itu.
Informasi yang diterima Iqbal, teman satu sekolahnya itu berangkat dari rumahnya untuk kembali bekerja di Sampang. Namun, takdir berkata lain. Riqi mengalami tabrakan dan meninggal di lokasi kejadian. (afg/yan)
Editor : Ina Herdiyana