PAMEKASAN, RadarMadura.id – Perayaan Lebaran Ketupat membawa keberkahan bagi penjual selongsong ketupat. Pasalnya, mereka banjir pesanan. Hal itu dirasakan pembuat selongsong ketupat, Hudaifah.
Perempuan asal Desa Sokalelah mengatakan, dirinya sudah tiga hari menerima pesanan selongsong ketupat dari warga sekitar.
Dia tidak menerima pesanan satu hari sebelum Lebaran Ketupat. ”Sudah tiga hari saya menggarap ketupat pesanan ini," katanya kemarin (5/4).
Selongsong terbuat dari daun pohon siwalan. Sebelum dibuat selongsong ketupat, daun disortir sesuai ukuran.
Lalu, tulang daun dipisah menggunakan pisau. ”Ukurannya harus pas. Jika tidak, hasilnya tidak akan bagus,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, jenis selongsong ketupat ada tujuh macam. Di antaranya, ketupat sangoh, masjid, toju’, dan jenis lainnya. Hudaifah hanya menjual selongsong ketupat sangoh seharga Rp 15 ribu setiap 10 biji.
”Saya hanya menerima pesanan ketupat sangoh karena biasanya untuk sedekah ke tetangga,” ungkapnya.
Hudaifah tidak hanya menjual selongsong ketupat. Tapi, juga menjual janur seharga Rp 30 ribu setiap 100 lembar. Saat ini Hudaifah telah menggarap 200 biji ketupat.
Dia menerima pesanan 400 biji ketupat dari Desa Montok, Kaduara Barat, Sokalelah, Duko, dan desa lainnya.
”Waktu pembuatan bergantung kecepatan tangan. Selama lima jam saya mampu menyelesaikan sekitar 200 selongsong,” terang perempuan berusia 30 tahun ini.
Semula, ibu satu anak itu tidak berniat menjual selongsong ketupat. Dia membuat hanya untuk kebutuhan sendiri. Namun, permintaan dari warga semakin banyak.
Dirinya bisa memperoleh omzet Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu. Keuntungan yang diperoleh separo dari omzet.
”Alhamdulillah, berkah Hari Raya Ketupat, saya bisa menambah pemasukan,” pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Achmad Andrian F