PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan kembali mengalokasikan anggaran untuk bantuan pupuk nonsubsidi.
Namun, setelah dilakukan verifikasi, jumlah calon penerima bantuan yang diajukan kelompok tani (poktan) melebihi kuota.
Kabid Produksi Pertanian DKPP Pamekasan Andi Ali Syahbana memaparkan, bantuan pupuk nonsubsidi diperuntukkan petani tembakau.
”Bantuan pupuk ini gratis dan anggarannya bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT),” katanya.
Menurut dia, anggaran yang disediakan pemerintah pada tahun ini sebesar Rp 2,3 miliar. Anggaran miliaran tersebut untuk membeli 2,2 pupuk nonsubsidi.
Nantinya, pupuk itu akan disalurkan kepada 200 poktan. ”Sekarang masih proses verifikasi poktan,” ucapnya.
Berdasarkan data usulan dari poktan, yang diusulkan menerima bantuan sebanyak 500 petani. Dari jumlah tersebut, 150 di antaranya telah diverifikasi.
”Usulan masih bisa diajukan. Tapi, kami akan menentukan penerima bantuan sesuai ketentuan,” terangnya.
Dia menjelaskan, setelah melakukan verifikasi, institusinya akan melakukan validasi. Harapannya, bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran.
”Insyaallah kami tuntaskan pada bulan ini sehingga bisa segera kami proses di e-katalog,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Pamekasan Samukrah menyampaikan, bantuan pupuk nonsubsidi merupakan usulan APTI untuk membantu petani tembakau.
Karena kuotanya terbatas, dia meminta DKPP benar-benar transparan menentukan penerima bantuan.
”Prioritaskan poktan yang belum pernah menerima bantuan. Setelah disalurkan, tolong lakukan monitoring di bawah,” tandasnya. (ay/yan)
Editor : Achmad Andrian F