PAMEKASAN, Radar Madura – Pesarean Batu Ampar cukup familier di kalangan umat Islam Nusantara. Wisata religi yang terletak di Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, itu hampir tidak pernah sepi peziarah.
Dalam sehari, ratusan pengunjung memadati tempat yang dianggap penuh keberkahan itu. Para peziarah tidak hanya berasal dari Pulau Garam, tetapi juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu pengunjungnya adalah Achsin Maulana.
Pemuda asal Semarang, Jawa Tengah, itu sudah berada di Pesarean Batu Ampar sejak pertengahan Februari 2025. Achsin bersama tiga orang temannya berniat untuk mengkhatamkan Al-Qur’an di makam para ulama tersebut.
”Saya datang ke sini untuk ngalap barokah. Targetnya, 41 khataman dan alhamdulillah sudah terpenuhi. Saya tahu Pesarean Batu Ampar ini dari guru-guru di Pesantren Magelang. Banyak yang tawasul di sini,” ucap Achsin.
Selain keberkahan, mengkhatamkan Al-Qur’an di Pesarean Batu Ampar juga dipercaya bisa mempermudah hajat atau keinginan.
Bagi Achsin, yang terpenting adalah bisa lebih fokus dalam berzikir dan mendekatkan diri pada Allah SWT.
Peziarah lainnya, Zainal Abidin, mengaku rutin mengkhatamkan Al-Qur’an di Pesarean Batu Ampar. Terutama, di penghujung Ramadan. Pria asal Bangkalan itu berziarah bersama puluhan rombongan lainnya.
”Kalau bersama rombongan itu kan bisa khatam dalam waktu singkat. Karena, membaca Al-Qur’an dibagi per juz. Saya percaya tempat ini penuh keberkahan. Namun, yang terpenting adalah tidak menduakan Allah,” sambungnya.
Sekretaris Yayasan Satu Pesarean Batu Ampar Barat Abd. Wadud mengatakan, jumlah pengunjung di kompleks pemakaman itu tidak bisa diprediksi. Dia mengungkapkan bahwa peziarah tidak pernah kosong selama sehari penuh.
”Dulu pada saat Gus Dur menjadi presiden, dia berkunjung ke pesarean ini. Lokasi ini disterilkan. Saat Gus Dur masuk area pemakaman, ternyata masih ada satu orang yang mengaji. Setelah dihampiri, orang itu menghilang,” ujarnya.
Cerita itu, kata Wadud, menandakan bahwa Pesarean Batu Ampar tidak hanya didatangi masyarakat biasa.
Tetapi, juga makhluk Tuhan yang lainnya. Karena itu, dia percaya bahwa kompleks tersebut tidak akan sepi pengunjung. (afg/jup)
Editor : Achmad Andrian F