PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pesta petasan menyambut Lebaran di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Pamekasan, memakan korban.
Remaja 17 tahun bernama M. Roif Rabbani menjadi korban atas peristiwa tersebut.
Warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, itu diduga terkena letupan api saat petasan meledak pada Senin (31/3) malam.
Roif sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan atas luka yang dialami. Namun, nyawa dari pemuda tersebut tak bisa diselamatkan.
Salah seorang warga yang ikut menonton pesta petasan, Moh. Azmi, mengaku, korban sudah tak sadarkan diri saat musibah itu terjadi. Warga berusaha menolongnya.
”Kalau mengenai kejadiannya (penyebabnya, Red) seperti apa, saya kurang paham. Tiba-tiba saja sudah ramai dan ada korban karena memang sudah biasa ada ledakan besar dalam pesta petasan tersebut,” kata Azmi Rabu (2/4).
Menurut dia, terdapat puluhan petasan yang sudah disiapkan dalam tradisi tahunan tersebut.
Sementara lokasi yang dipilih untuk pesta petasan itu berada di area persawahan sehingga jauh dari pemukiman warga.
”Lokasinya berada di antara perbatasan Desa Pangorayan dan Desa Mapper, Kecamatan Proppo. Yang saya tahu, yang menonton tidak hanya warga sekitar saja. Tetapi, ada beberapa masyarakat di desa lain,” sambungnya.
Salah seorang kerabat korban yang enggan namanya dikorankan tidak berkenan dimintai keterangan. Namun, dia membenarkan bahwa Roif meninggal setelah menonton pesta petasan di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo.
Kabid Pelayanan Medik RSUD Smart Pamekasan dr Yosi Nugrahaini menerangkan, pasien tiba di rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri pada pukul 19.00, Senin (31/3) malam. Roif dirawat di ruang intensive care unit (ICU).
”Terdapat luka robek pada kepala bagian atas. Selanjutnya, petugas medis melakukan penanganan kegawatdaruratan pada korban. Kemudian, pada pukul 01.15 Selasa (1/4) korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Yosi.
Sementara itu, Kasihumas Polres Pamekasan AKP Sri Sugiarto menjelaskan, tiang penyangga petasan yang dipasang di lokasi tersebut roboh.
Kemudian, terjadi ledakan secara berantai. Salah satunya diduga mengenai korban.
”Karena jatuh, kembang apinya tidak mengarah ke atas, tetapi ke samping dan menyasar pada penonton. Karena (penonton, Red) sangat dekat, akhirnya terkena ledakan dari kembang api tersebut,” terang mantan Kapolsek Palengaan itu.
Polres Pamekasan, kata Sri, turut menyampaikan bela sungkawa atas kejadian itu. Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto menyempatkan untuk takziah ke rumah korban di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan.
”Saat ini polisi tengah melakukan serangkaian penyelidikan terkait pesta petasan di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, yang telah memakan korban itu,” ucap perwira pertama (Pama) Polri dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya itu. (afg/luq)
Editor : Ina Herdiyana