PAMEKASAN, RadarMadura.id – Masyarakat Pamekasan doyan makan ikan. Terbukti, target angka konsumsi ikan (AKI) selalu terlampaui.
Karena itu, pemerintah selalu menaikkan target konsumsi ikan tiap tahun. Tahun ini Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan memasang target AKI 66,98 kilogram per kapita per tahun.
Angka tersebut lebih tinggi 3,73 kg dari tahun sebelumnya. ”Tingginya konsumsi ikan masyarakat menjadi faktor utama dalam penetapan target tahun ini,” kata Kepala Diskan Pamekasan Abdul Fata.
Dia mengeklaim, tingkat konsumsi ikan di Kota Gerbang terus naik dari tahun ke tahun.
Buktinya, target konsumsi ikan 2023 ditetapkan 43,63 kg per kapita. Target tersebut terlampaui dengan capaian 66,98 kg per kapita.
”Pada periode 2024, dengan target yang sama di 2023, realisasinya lebih tinggi, yaitu di angka 67,65 kg per kapita per tahun. Karena itu, kami optimistis target di 2025 tercapai,” ungkapnya.
Pihaknya menyiapkan berbagai program strategis supaya target AKI tahun ini bisa tercapai dan bahkan terlampaui. Salah satunya melalui program gerakan memasyarakatkan makan ikan (gemarikan).
”Kami gencarkan di berbagai sekolah dan lembaga, maupun promosi konsumsi ikan melalui berbagai media sosial, serta akan berpartisipasi dalam berbagai event,” terangnya.
Fata mengaku akan mendorong masyarakat, terutama pelaku usaha, untuk meningkatkan kualitas dan variasi olahan ikan.
Sehingga, masyarakat lebih tertarik untuk mengonsumsinya. Dia berharap, dengan target dan usaha yang telah dirancang bisa berjalan dengan lancar melalui kerja sama masyarakat dan pemerintah daerah.
”Tentu program ini akan lebih maksimal jika didukung dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa ikan itu bagus untuk dikonsumsi,” pungkasnya.
Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Nadi Mulyadi mendukung upaya peningkatan konsumsi ikan. Sebab, kandungan gizi ikan sangat penting untuk mencegah stunting.
”Ini perlu diseriusi, target dan pemetaannya harus jelas. Utamanya di daerah yang angka stuntingnya cukup tinggi,” katanya. (lil/luq)
Editor : Achmad Andrian F