PAMEKASAN, RadarMadura.id – Setiap usaha yang ditekuni akan membuahkan hasil. Seperti usaha katering yang dirintis Laila Rosidah. Buktinya, dia telah berhasil membangun rumah berkat menekuni usahanya tersebut.
Warga Dusun Gunung Malang Tiga, Desa Kartagenah Laok, Kecamatan Kadur, itu menyampaikan, dia terdorong membuka usaha kue sejak anak pertamanya duduk di bangku SMP.
Saat itu, dia tidak memiliki penghasilan. Sebab, suaminya hanya kuli bangunan dan tidak memiliki pendapatan tetap.
”Saat itu saya tidak memiliki pemasukan, inginnya punya pendapatan sendiri, makanya mencoba jualan kue,” katanya.
Kue pertama buatannya dijual di pasar tradisional terdekat. Saat itu, dia masih mempoduksi aneka kue basah. Ternyata, kue buatannya diminati konsumen.
”Alhamdulillah, sekarang saya sudah tidak jualan di pasar lagi, tapi tinggal menunggu pesanan,” tambahnya.
Dia menjelaskan, kue buatannya terdiri atas berbagai jenis. Yakni, kue kering dan basah.
Misalnya, roti gulung, kue zebra, brownis, bangkit, nastar, dan lain-lain. Harga kue basah berkisar Rp 2.500 hingga Rp 4.000 per buah.
”Untuk kue kering saya jual kiloan. Dari Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu,” terangnya.
Ibu dua anak tersebut hampir menerima pesanan setiap hari. Apalagi menjelang momen lebaran saat ini. Pesannya bisa tembus 30 kilo lebih kue kering. ”Tapi jika sepi ya hanya puluhan saja,” ucap perempuan berusia 45 tahun tersebut.
Saat ini sudah ada lima orang yang menjadi reseller dan beberapa pelanggan antardesa. Omzet bersihnya dalam satu bulan bisa tembus Rp 5 juta. ”Katanya gurih, cuma penilaian setiap orang tidak sama,” terangnya.
Menurut dia, berkat usaha kuenya, dirinya bisa membiayai dua anaknya hingga lulus kuliah. Selain itu, hasil penjualan kuenya untuk biaya bangun rumah.
”Alhamdulillah sudah tidak bingung lagi untuk memenuhi kebutuhan dapur dan biaya pendidikan anak,” pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Achmad Andrian F