PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pondok Pesantren Nahdhatut Ta’limiyah Karang Anyar memiliki banyak program yang bertujuan meningkatkan keimanan dan keilmuwan santri.
Setidaknya ada tiga program utama. Yakni, bahasa asing (Arab, Inggris, dan Mandarin), kitabiyah, dan Al-Qur’an.
Pengasuh Nahdhatut Ta’limiyah Karang Anyar KH Musleh Adnan menyampaikan, sesuai izin yang diajukan di Kementerian Agama, program utamanya adalah tahfidzul Qur’an. Namun, yang digalakkan tiga program.
Tiga program tersebut mengadopsi dari Pesantren Nurur Jadid Paiton. Menurut Kiai Musleh, program itu disesuaikan dengan kebutuhan zaman mendatang.
Apalagi, para santri banyak yang ingin melanjutkan ke Mesir dan Arab. ”Kami punya mazhab Nurul Jadid, Paiton,” katanya.
Kiai Musleh memaparkan, santri yang mondok di pesantrennya tidak dipungut biaya sepeser pun. Hanya, dirinya mewajibkan dua hal terhadap santrinya.
Yakni, mengirim al-fatihah untuk dirinya dan istrinya serta wajib baca salawat seribu dan Al-Qur’an setiap hari.
”Selama santri melaksanakan dua kewajiban tadi, SPP, uang makan, dan biaya pondok, saya gratiskan. Jika santri mampu membaca salawat hingga seribu, maka senakal-nakalnya santri masih bisa diperbaiki,” ucapnya menguutip dawuh almarhum KH Maimun Zubair.
Selain pendidikan formal, pesantren juga menyediakan pendidikan nonformal. Yakni, madrasah diniyah muadalah untuk santri.
Tidak sedikit santri yang melahirkan prestasi baik tingkat lokal maupun regional. ”Ada yang meraih prestasi sampai tingkat Jawa Timur seperti Pencak Silat Pagar Nusa,” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Achmad Andrian F