PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pamekasan berencana akan menggelar kalender event.
Namun, kegiatan tersebut terancam gagal digelar karena terganjal anggaran.
Kepala Dispusip Pamekasan Achmad Sjaifuddin mengeklaim, rencana kalender event perpustakaan itu masih diupayakan.
Saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan bupati terpilih, sehingga program event-nya ter-cover.
”Jadi kami menunggu petunjuk dari pimpinan ke depannya seperti apa. Karena program-program ceremony terdampak efisiensi,” kata Sjaifuddin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Namun, dia menaruh harapan besar kalender event perpustakaan itu bisa terakomodasi anggaran daerah.
Sebab, program ini bertujuan meningkatkan minat baca dan minat datang masyarakat ke perpustakaan.
Menurut Sjaifuddin, kalender event tersebut akan memuat berbagai macam kegiatan yang menjadi program Perpustakaan M. Tabrani.
Seperti lomba untuk anak-anak, mulai mewarnai, pidato, pantun, bercerita, dan mendongeng.
”Kalau harapan pasti ada, tapi kami tetap akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah. Sebab, bagaimanapun butuh anggaran,” tegasnya.
Pendiri Komunitas Gubuk Literasi Pamekasan M. Rozien Abqoriy berpendapat, seharusnya pengelolaan perpustakaan lebih inovatif.
Sehingga, program atau kegiatan yang akan dilangsungkan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara.
”Kalau bergantung pada anggaran pemerintah terus-menerus, pengelolaan dan kegiatan yang ada akan begitu-begitu saja. Artinya, perlu melibatkan banyak pihak, sehingga kecintaan terhadap literasi di Pamekasan terus tumbuh,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta