PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan mengalokasikan anggaran pembangunan dan penataan lingkungan (PBL) kawasan kampung batik.
Nilainya mencapai Rp 3,2 miliar. Anggaran itu dipecah menjadi 23 paket proyek.
Puluhan kawasan yang menjadi sasaran program tersebut tersebar di delapan desa di Kecamatan Proppo (lihat grafis).
Optimalisasi pemenuhan sarana prasarana tersebut berupa pavingisasi jalan lingkungan.
”Pagu anggaran untuk pengerjaan konstruksinya beragam. Antara Rp 100 juta hingga Rp 200 juta, bergantung spesifikasi pekerjaan,” ujar Kabid Kawasan Permukiman Sanitasi dan Air Bersih DPRKP Pamekasan Andriyani Daryati.
Pemanfaatan program PBL tidak sepenuhnya usulan dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang).
Sebagian berasal dari pokok pikiran (pokir) anggota dewan. DPRKP hanya sebagai penanggung jawab pelaksanaan program tahunan tersebut.
”Pekerjaan fisiknya masih menunggu proses penataan ulang APBD 2025, karena ada efisiensi anggaran. Saat ini kami fokus untuk pelaksanaan perencanaannya terlebih dahulu,” ungkapnya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Klampar Zaini mengakui desanya rutin kecipratan program pembangunan dan penataan lingkungan.
Tahun ini ada lima titik lokasi di wilayahnya yang sudah dilakukan survei.
”Dampaknya sangat signifikan. Sebab, dengan adanya program pavingisasi, akses jalan bagi pelaku UMKM batik jadi sangat mudah. Sehingga, meningkatkan taraf penghasilan dan ekonomi para perajin,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta