PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemanfaatan program kesehatan gratis atau universal health coverage (UHC) di Kota Gerbang Salam cukup tinggi.
Itu jika dilihat dari dana penerimaan yang diperoleh Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Catatan Jawa Pos Radar Madura, sebanyak 85 fasilitas kesehatan (faskes) telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan.
Dalam sebulan, anggaran yang dikeluarkan pemerintah daerah sekitar Rp 6,4 miliar untuk program UHC.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Nuzuluddin Hasan mengatakan, tahun ini pemerintah daerah menyediakan anggaran sekitar Rp 100 miliar.
Anggaran tersebut hanya cukup untuk sembilan bulan. Sebab, masih ada sisa tunggakan lainnya.
”Ada empat bulan tunggakan carry over untuk tahun lalu. Nominal tunggakan yang belum dibayar sekitar Rp 27 miliar. Juga dua bulan berjalan di tahun 2025. Yakni, pada Januari dan Februari,” terang Nuzul kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Dijelaskan, hingga Februari 2025, jumlah peserta BPJS Kesehatan di Pamekasan mencapai 98,41 persen atau 875.674 jiwa.
Sementara jumlah peserta yang masuk kategori aktif sebanyak 83,76 persen atau atau sekitar 745.272 jiwa.
”Iuran yang diterima dari Pemkab Pamekasan bisa saja lebih dari Rp 6,4 miliar. Sebab, pengguna layanan UHC tidak bisa diprediksi.
Sementara, total dana yang diterima dari seluruh kepesertaan bisa sampai Rp 30 miliar,” ulasnya.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Abd. Rasyid Fansari minta masyarakat untuk menggunakan layanan UHC.
Apalagi, pemerintah daerah juga telah menyediakan anggaran besar untuk program kesehatan gratis tersebut.
”Keberadaan UHC ini cukup membantu masyarakat. Apalagi, bagi warga yang kesulitan biaya untuk berobat maupun mengakses layanan kesehatan,” tandasnya. (afg/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta