PAMEKASAN, RadarMadura.id - Santri Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom tidak hanya mempelajari ilmu agama.
Mereka juga menimba ilmu di lembaga pendidikan formal. Pesantren ini mengelola lembaga pendidikan mulai tingkat PAUD hingga SMK.
Pengasuh Kelima Ponpes Bustanul Ulum Sumber Anom KH Khotibul Umam menyampaikan, saat ini jumlah santri yang belajar di pesantren mencapai 470 orang.
Pihaknya bersyukur sejak berdiri hingga sekarang masih eksis membina santri. Menurutnya, itu tidak lepas dari karomah dari para pemimpin pesantren terdahulu.
”Pesantren bisa berkembang sampai sekarang karena barokah para sesepuh. Kami hanya sebatas meneruskan perjuangan beliau,” ujarnya.
Dia menyatakan, pendidikan pesantren identik dengan kitab kuning. Metode peninggalan ulama salaf tersebut tetap dipertahankan.
Selain itu, pesantren melengkapi dengan mengembangkan pendidikan mulai tingkat PAUD hingga SMK.
”Meskipun ada pendidikan formal, kajian kitab kuning tetap kami terapkan. Tapi, menyesuaikan dengan perkembangan, kami menerapkan metode cepat,” terangnya.
KH Khotibul Umam mengungkapkan, program yang diterapkan Pesantren Sumber Anom beragam.
Di antaranya, program tahfiz, Lembaga Bahtsul Masail (LBM), akselerasi kitab kuning, desain grafis, dan lainnya. Program unggulan pesantren yakni akselerasi kitab kuning, LBM, dan tahfizul Qur’an.
”Tiga bidang keilmuan itu banyak diminati siswa dan santri. Yang paling penting adalah para santri bisa memahami kitab Salafus Sholeh,” ungkapnya.
Ponpes Bustanul Ulum Sumber Anom juga banyak melahirkan santri berprestasi. Di antaranya, pada 2023, santri pernah meraih juara tahfizul Qur’an tingkat internasional.
”Alhamdulillah, santri kami pernah juara tahfiz Al-Qur'an 10 juz,” imbunya.
Saat ini pesantren fokus mencetak santri berakhlakul karimah sesuai zaman.
Selain itu, santri bisa mengimplementasikan dan menempatkan diri di mana pun berada.
”Saya berharap santri yang telah menjadi alumni tetap menjaga akhlaknya,” harapnya. (ay/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta