Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Pamekasan, Dirintis Pejuang Sabilillah

Fatmasari Margaretta • Jumat, 7 Maret 2025 | 18:13 WIB

LEMBAGA ILMU:  Santri berada di depan Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Kamis (6/3). (AYU LATIFAH/JPRM)
LEMBAGA ILMU: Santri berada di depan Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Kamis (6/3). (AYU LATIFAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom terletak di Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Pesantren yang berdiri sejak 1923 Masehi ini dirintis oleh KH Rofii bin KH Tubat. Artinya, saat ini usia lembaga pendidikan ini sekitar 102 tahun.

Sejak berdiri, pesantren ini dipimpin oleh lima pengasuh. Pengasuh pertama sekaligus pendiri adalah KH Rofii bin KH Tubat.

KH Rofii bin KH Tubat (pendiri/pengasuh pertama)
KH Rofii bin KH Tubat (pendiri/pengasuh pertama)

Lalu, pimpinan pesantren dilanjutkan KH Moh. Toyib Rofii sebagai pengasuh kedua yang dibantu K Abd. Wahab menantu KH Rofii bin KH Tubat.

Pengasuh ketiga yakni KH Hasyim Rofii. Ketua PCNU Pamekasan Dr KH Taufik Hasyim melanjutkan kepemimpinan di pesantren tersebut sebagai pengasuh keempat.

Saat ini Ponpes Bustanul Ulum dipimpin KH Khotibul Umam, S.Ag.

KH Moh. Toyib Rofii (pengasuh kedua)
KH Moh. Toyib Rofii (pengasuh kedua)

”Dulu di sini hutan dan lingkungan masyarakatnya kurang baik. Akhirnya, KH Rofii berhasil mendirikan surau pada 1925 untuk mengajarkan tauhid kepada anak muda,” kata KH Khotibul Umam saat ditemui di kediamannya, Selasa (5/3).

Kiai Rofii termasuk tokoh berpengaruh Nahdlatul Ulama (NU) di Pamekasan.

Bahkan, namanya tercantum sebagai tokoh pejuang sejarah Pamekasan.

KH Hasyim Rofii (pengasuh ketiga)
KH Hasyim Rofii (pengasuh ketiga)

Itu tidak terlepas dari gerakan yang dilakukan, berjihad melawan penjajah sebelum kemerdekaan.

”Nama beliau (Kiai Rofii) tercantum sebagai pejuang di Arek Lancor. Pasukannya saat itu bernama Sabilillah yang menjadi pendekar,” tuturnya.

Kiai Rofi'i aktif bergerak di bidang dakwah. Syiar dakwah yang dibangun oleh Kiai Rofi'i tidak hanya menyasar kalangan santri.

Dr KH Taufik Hasyim (pengasuh keempat)
Dr KH Taufik Hasyim (pengasuh keempat)

Namun, juga masyarakat umum dengan membimbing pengajian Al-Qur'an secara rutin. Saat itu santri belum bermukim di pondok.

”Sejak awal pesantren berdiri, para santri sudah diajarkan membaca dan memahami kitab kuning,” tutur KH Khotibul Umam.

Ajaran tauhid yang disiarkan Kiai Rofi'i hingga tetap dilestarikan oleh para penerusnya.

Pengasuh kelima KH Khotibul Umam
Pengasuh kelima KH Khotibul Umam

Pembelajaran ilmu agama yang diterapkan mengikuti tradisi ulama salaf.

Meski begitu, pesantren berinovasi untuk mengembangkan lembaga pendidikan.

”Prinsip pondok hingga saat ini mengikuti kaidah fikih. Yakni, melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik,” imbuh Ketua Yayasan Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom KH Taufik Hasyim. (ay/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#pondok pesantren #ilmu agama #pondok #pembelajaran #pendidikan #Salaf