Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sambut Bulan Ramadan, Operasi Pekat Sisir Penginapan dan Tempat Hiburan di Pamekasan

Fatmasari Margaretta • Sabtu, 1 Maret 2025 | 15:00 WIB
ANTISIPASI: Polisi melakukan razia pekat di Pamekasan, Kamis (27/2) malam. (POLRES PAMEKASAN UNTUK JPRM)
ANTISIPASI: Polisi melakukan razia pekat di Pamekasan, Kamis (27/2) malam. (POLRES PAMEKASAN UNTUK JPRM)

 PAMEKASAN, RadarMadura.id - Puluhan personel kepolisian melakukan razia di sejumlah tempat penginapan dan hiburan di Pamekasan, Kamis (27/2).

Tujuannya, menjaring penyakit masyarakat (pekat). Razia sejumlah tempat penginapan dan hiburan itu akan terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan instansi terkait.

Kabag Operasional Polres Pamekasan AKP Sahrawi menyatakan operasi pekat menjadi upaya polisi dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran kegiatan. Seperti tempat hiburan malam, rumah kos, dan hotel di Pamekasan.

”Selain dalam rangka menyambut bulan Ramadan, razia ini juga sebagai upaya untuk menciptakan suasana kondusif dan menekan berbagai jenis pekat,” tutur perwira pertama (Pama) Polri dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya.

Selain tempat-tempat itu, tim gabungan juga menyasar lokasi yang menjadi keramaian di Kota Gerbang Salam.

Seperti warung kopi (warkop) di bekas Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) di Jalan Trunojoyo, Pamekasan.

Tim gabungan juga memberi peringatan kepada pemilik penginapan dan hiburan agar tidak menyalai prosedur dalam menjalankan usahanya.

Sebab Polres Pamekasan akan terus melakukan pengawasan rutin untuk memastikan aturan ditegakkan.

”Kami menyampaikan sosialisasi secara langsung kepada mereka agar memperhatikan ketentuan norma-norma agama. Apalagi, Pamekasan dikenal dengan gerakan pembangunan masyarakat islami (gerbang salam),” terang Sahrawi.

Dia menambahkan, seluruh bentuk interaksi sosial di masyarakat harus mengacu pada ketentuan norma-norma Islam.

Apalagi, nilai-nilai keislaman telah menjadi komitmen Pemkab Pamekasan dalam melaksanakan tata kelola pembangunan.

”Razia ini berakhir dengan hasil yang cukup positif. Masyarakat setempat menyambut baik langkah tegas yang diambil oleh aparat keamanan. Sebab, diharapkan dapat mengurangi potensi-potensi gangguan ketertiban umum,” ucapnya. 

Praktisi Hukum Pamekasan Lukman Hakim mendukung upaya petugas dalam meminimalkan gangguan ketertiban masyarakat di Kota Gerbang Salam. Agar tidak menjadi pemicu terjadinya tindak pidana.

Langkah (operasi pekat, Red) semacam ini hendaknya tidak hanya dilakukan menjelang atau pada saat ibadah bulan suci Ramadan.

”Namun, juga di waktu-waktu tertentu. Dengan harapan, angka kejahatan di Pamekasan bisa berkurang,” tukasnya. (afg/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#Razia #bulan ramadan #intensif #penginapan #sasaran #tempat hiburan