PAMEKASAN, RadarMadura.id – Juriyah, warga Dusun Nyato, Desa Tebul Timur, Kecamatan Pagantenan, dikabarkan hilang sejak Rabu (12/2). Karena menghilang secara misterius, hal itu membuat warga setempat heboh.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Juriyah berusia 84 tahun dan selama ini bekerja sebagai petani. Sebelum hilang, Juriyah pamit hendak mengarit pada Rabu (12/2) sekitar pukul 14.00. Namun, sejak saat itu dia tidak pernah kembali.
Khairul Kalam, kerabat Juriyah, menuturkan, sebelum menghilang, Juriyah memang pamit mencari rumput. Tepatnya di ladangnya sendiri yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Anehnya, hingga petang dia tidak kembali pulang. ”Warga sempat melihat Juriyah sekitar pukul 15.00 di ladangnya,” katanya.
Karena tidak pulang, keluarga mencari ibu tiga anak tersebut. Saat dilakukan penelusuran, kerabat yang dibantu warga hanya menemukan arit, sandal, dan kerudung. Beredar kabar Juriyah disembunyikan mahluk gaib.
”Karena kalau mati jatuh ke jurang atau dimakan binatang buas, tentu akan membusuk dan aromanya pasti tercium. Sementara sampai hari tidak ada (bau menyengat),” terangnya.
Menurut dia, pencarian dibantu oleh tim gabungan. Mereka terdiri atas polres, polsek, BPBD, tokoh masyarakat, muspika, koramil, dan warga. Bahkan, dikerahkan dua ekor anjing pelacak dari Polda Jatim.
”Pencarian dihentikan tim gabungan karena sudah melebihi batas SOP mereka. Namun, warga sampai saat ini tetap melakukan pencarian,” jelasnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan Achmad Zainullah menyampaikan, sedikitnya ada 25 personel yang dikerahkan untuk mencari lansia tersebut. Bahkan, timnya telah mendirikan tiga tenda selama proses evakuasi pencarian. ”Setelah menerima laporan pada Minggu (17/2), kami langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi, tapi hasilnya nihil,” katanya.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kasihumas Polres Pamekasan AKP Sri Sugiarto menyampaikan, pihaknya memag minta bantuan Unit Polisi Ditsamapta Polda Jatim untuk mengirim dua ekor anjing. ”Namun, tim kesulitan mendeteksi keberadaan Juriyah. Sebab, barang milik korban sudah tidak bisa terendus oleh anjing pelacak. Jadi, tidak bisa mendeteksi,” terangnya.
Sri memaparkan, upaya tim gabungan telah optimal dan menyisir titik yang menjadi tempat hilangnya Juriyah. Namun, upaya pencarian tetap nihil. ”Saya berharap, Juriyah segera ditemukan. Dulu pernah hilang, tapi pulang sendiri ke rumahnya,” pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Ina Herdiyana