PAMEKASAN, RadarMadura.id – Setiap usaha akan menunjukkan hasilnya bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh.
Sama seperti pelaku usaha ekonomi kreatif keripik pisang. Hasilnya tidak hanya menggiurkan, namun juga berhasil membangun rumah.
Warga Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Yulis Tiananingsih menyampaikan dirinya berjualan keripik pisang sejak 2010.
Hal itu tebersit saat pisang kepok melimpah murah. Peluang tersebut segera dijemput untuk awal merintis usaha.
”Ibu saya memang selalu buat di saat Lebaran, kok enak. Kenapa tidak jualan saja, apalagi pisang sedang murah,” katanya.
Keripik pisang dengan nama Rama Cinta tersebut telah laku keras di pasaran. Bahkan sudah tersedia di 17 toko modern dan satu toko lokal UMKM di Pamekasan.
Namun, pengembangan usaha itu butuh proses dan butuh waktu yang tidak instan.
”Produk ini terkenal setelah lima tahun terakhir. Meskipun menghadapi proses yang tidak mudah,” tambahnya.
Ibu dua anak itu memaparkan, sebelum dikemas dengan brand saat ini, dirinya berjualan dengan rentengan harga Rp 1.000.
Sementara saat ini dirinya mematok dari harga Rp 17 ribu untuk 200 gram dan Rp 15 ribu untuk 250 gram. Dengan varian rasa original dan manis.
”Kalau pemasaran saya banyak ke reseller, sekarang ada 10 orang. Alhamdulillah, setiap hari ada,” tambahnya.
Dalam sekali produksi Yulis menghabiskan lima tandan pisang dalam satu hari.
Hasilnya bisa menghasilkan 100 item dalam satu hari dan 50 item jika kondisi pisang tidak bagus.
Produksi tersebut masih dilakukan dengan cara manual yang dibantu dua pekerja.
”Kalau sedang ramai pemesanan, seperti Lebaran, saya nambah dua pekerja,” papar perempuan berkerudung itu.
Meskipun hanya berjualan keripik pisang, namun omzetnya cukup menggiurkan. Dalam satu bulan dia bisa menghasilkan Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.
Pendapatan khusus bulan Ramadan bisa dua kali lipat. ”Sekarang saja sudah masuk 50 pesanan,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) yang berkunjung ke rumahnya Sabtu (8/2).
Yulis sangat bersyukur usahanya bisa bertahan dan berkembang.
Dari usaha keripik pisang itu dia berhasil membangun rumah. Kini dirinya akan menarget pemasaran lebih luas lagi.
”Alhamdulillah, usaha Rama Cinta yang merupakan nama kedua anak saya memberikan berkah. Hasilnya bisa mendirikan rumah ini,” pungkasnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti