PAMEKASAN, RadarMadura.id – RSUD Mohammad Noer (RSMN) kembali mendapat kucuran anggaran jumbo di Tahun Anggaran 2025. Nilainya Rp 153 miliar.
Dana itu diproyeksikan untuk kelanjutan pembangunan rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur (Jatim) tersebut.
Direktur RSMN Jatim Nono Ifantono mengatakan, pihak rekanan akan melanjutkan pengerjaan bangunan yang mirip lafaz Allah itu. Rumah sakit pelat merah tersebut bisa ditarget rampung dalam dua tahun ke depan.
”Untuk merampungkan seluruh bangunan, masih dibutuhkan anggaran lain kurang lebih sekitar Rp 90 miliar lagi,” sambungnya.
Mantan kepala Puskesmas Pasean itu menyatakan, anggaran ratusan miliar yang didapat tahun ini hanya cukup untuk pengerjaan di beberapa fasilitas penunjang rumah sakit. Misalnya, ruang manajemen, rawat jalan atau poli, dan rawat inap.
Manajemen RSMN akan menyediakan tempat tidur pasien lebih banyak 250 unit dibandingkan sebelumnya. Sementara ketersediaan bed di RSMN yang lama hanya 133 unit.
”Salah satu faktor inilah yang menjadikan kami (RSMN Jatim, Red) naik kelas dari rumah sakit tipe C menjadi rumah sakit tipe B. Termasuk, jenis layanan dan jumlah tenaga sumber daya manusia (SDM),” ujar pria yang berprofesi sebagai dokter itu.
Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim Akhmad Jazuli menginginkan agar RSMN menjadi rumah sakit unggulan di masa depan. Dengan begitu, bisa menjadi rujukan masyarakat Madura untuk mendapat layanan kesehatan.
”Di Madura juga ada rumah sakit daerah. Maka, RSMN Jatim harus bisa menjadi kompetitor yang baik. Karena kalau tidak ada saingan, masyarakat tidak punya pilihan. Biarkan mereka memilih sendiri,” tukasnya. (afg/jup)
Editor : Achmad Andrian F