PAMEKASAN, RadarMadura.id – Memiliki keterampilan wirausaha bagi sebagian orang hanya diperuntukkan untuk menguntungkan diri sendiri.
Namun, tidak demikian bagi Sjarifah Dewi. Sebab, dia mampu memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan omzet ratusan juta rupiah.
Owner Bazaraya Sjarifah Dewi menyampaikan, dirinya memang perintis usaha bahan pokok.
Usaha itu yang membuatnya jatuh bangun hingga berinisiatif mengembangkan usaha lain.
Yakni, dengan memproduksi olahan ikan dan membuka toko untuk menampung para pelaku UMKM.
”Inisiatif awal produk yang saya buat untuk oleh-oleh teman suami saat silaturahmi. Ternyata banyak yang suka dan saya kembangkan,” katanya Sabtu (1/2).
Berkat kerja kerasnya, dia telah meluncurkan tiga produk. Yakni bandeng presto, kacang lorjuk atau lorju’, dan lorju’ goreng.
Harga tiap kemasan dipatok Rp 15 ribu hingga Rp 40 ribu.
”Harga itu bergantung pada jenis item dan beratnya. Misal bandeng presto itu Rp 20 ribu dan termahal lorjuk goreng 60 gram itu Rp 40 ribu,” ungkapnya.
Larisnya produk olahan ikan tersebut, akhirnya dilirik oleh pemerintah.
Beberapa waktu lalu dia dipercaya sebagai pemateri di depan pelaku UMKM.
Alhasil, banyak pelaku UMKM tertarik untuk bergabung di usahanya.
”Saat ini, di Toko Bazaraya alhamdulillah ada 150 lebih UMKM yang bergabung,” terangnya.
Total produk UMKM di tokonya saat ini ada 2.000 item lebih. Dengan aneka olahan UMKM yang secara omzet sangat menggiurkan.
Yakni, berkisar Rp 150 juta bahkan melonjak pada momen-momen tertentu.
”Seperti hari raya dan momen liburan bisa melebihi secara omzet,” ungkapnya.
Saat ini pihaknya tengah berupaya untuk mengenalkan tokonya lebih luas lagi.
Sehingga, bisa menjadi pusat oleh-oleh di Pamekasan. Terutama mampu memberdayakan para pelaku UMKM.
”Selain untuk memperbaiki packaging (pengemasan) produk, saya juga ingin mengenalkan brand kami,” pungkasnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti