Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Panen Durian di Bumi Pamelingan (7): Unik, Satu Pohon Hasilkan Banyak Jenis

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 9 Februari 2025 | 13:35 WIB
LARIS: Iffah Al-Abadiyah membeli durian di Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jumat (7/2). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
LARIS: Iffah Al-Abadiyah membeli durian di Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jumat (7/2). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bumi Pamelingan dipercaya sebagai salah satu daerah penghasil durian terbaik di Jawa Timur.

Beberapa jenis durian tumbuh subur di Kecamatan Pegantenan dan Kecamatan Pakong. Uniknya, ada pohon durian yang bisa menghasilkan lebih dari satu jenis.

Seperti milik Abd. Aziz di Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan. Dari satu pohon dia bisa memanen berbagai jenis buah berkulit kasar dan berduri itu.

Mulai dari durian kasur, durian mentega, hingga durian susu. Durian berbagai varian tersebut bisa tumbuh subur saat memasuki musim panen.

Pria yang juga pedagang durian itu mengaku kebanjiran durian musim ini. Namun, dia tidak bisa memprediksi setiap jenis durian yang akan tumbuh di pekarangan miliknya.

”Biasanya, kalau sudah dipanen, baru bisa dibedakan. Misalnya, ini masuk jenis kasur, mentega, simas, atau susu. Kalau saya sudah bisa membedakan sejak awal panen durian. Lalu, akan dipilih sesuai dengan jenisnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pria yang karib disapa Soheb itu mengaku lebih banyak memanen durian kasur. Sebab, hampir seisi pohon terdapat varian tersebut.

Durian jenis lokal itulah yang banyak dikenal oleh maniak durian di luar daerah.

Dia memiliki 15 pohon durian yang tersebar di Kecamatan Pegantenan dan Kecamatan Pakong.

Dari satu pohon, Soheb bisa memanen seratus hingga seribu buah. Hasil itu dijual di lapak miliknya hingga ke beberapa pedagang lain.

”Tentu, jenis-jenis durian yang dihasilkan akan memengaruhi penjualan. Karena, setiap varian memiliki harga yang berbeda. Tetapi, rata-rata harga berkisar Rp 35 ribu hingga Rp 100 ribu untuk jenis durian lokal,” pungkasnya.

TERSUSUN: Berbagai jenis durian yang dijual di lapak milik Soheb di Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jumat (7/2). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
TERSUSUN: Berbagai jenis durian yang dijual di lapak milik Soheb di Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jumat (7/2). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

Usia Pohon Pengaruhi Jumlah Buah

Masa panen durian tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Umumnya, proses memanen buah dengan nama latin durio zibethinus itu bisa memakan waktu hingga beberapa tahun.

Magister Agribisnis Universitas Brawijaya Malang Roihan Mohammad Ali menjelaskan, masa panen durian bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Mulai dari varietas, perawatan, dan kondisi lingkungan atau lahan di suatu wilayah.

”Ada yang berbuah di tahun keempat setelah masa tanam dan ada juga yang butuh waktu sekitar sepuluh tahun. Bahkan, ada juga yang bertahun-tahun belum berbuah,” ucap Roihan pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Jumat (7/2).

Pria asal Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, itu menyarankan agar memilih bibit durian yang unggul.

Menurut Roihan, pembudi daya juga harus pintar dalam merawat durian. Mulai dari pemupukan hingga perawatan rutin yang lainnya.

Selain itu, lokasi tanam juga harus dipertimbangkan. Rata-rata, durian bisa berbuah di dataran dengan ketinggian 50-1.000 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Kemudian, unsur hara dan suhu lingkungan juga perlu untuk diperhatikan.

Sementara itu, Soheb mengaku mewarisi pohon durian dari orang tuanya. Pohon-pohon itu ditanam sejak puluhan tahun lalu.

Menurut dia, tidak ada perawatan khusus setelah musim panen berlalu. Hanya butuh pemupukan.

”Faktor lainnya adalah kebersihan pohon durian. Beberapa area di sekitar akar dan batang harus dibersihkan secara berkala. Karena, kondisi tersebut akan berdampak pada masa panen di musim yang akan datang,” pungkasnya. (afg/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#jenis #unik #lokasi tanam #Desa Tebul Timur #Panen #durian #suhu #lingkungan #bumi pamelingan #kecamatan pakong #Kecamatan Pegantenan